Ilustrasi(Dok Baznas)
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menjalin kerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk memperkuat ekosistem amal dan pendidikan tinggi.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen Baznas dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan. Menurutnya, pendidikan merupakan investasi terbaik bagi sebuah bangsa.
"Apresiasi tentu setinggi-tingginya kami sampaikan kepada Baznas atas komitmen nan sangat luar biasa nan terus diberikan untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia melalui pendidikan," ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Kamis (10/9).
Brian mengatakan, danasiwa mempunyai peran krusial dalam membantu penerima sekaligus meningkatkan keberdayaan keluarganya. Ia berambisi program danasiwa Baznas terus dikembangkan dan semakin banyak lembaga filantropi nan turut berkontribusi dalam pendidikan.
Brian kemudian menyambut baik Program Beasiswa Palestina Baznas. Ia mengatakan, program tersebut dapat ditawarkan kepada mahasiswa Palestina nan berada di Mesir, Yordania, maupun Indonesia.
“Saya kebetulan mempunyai mahasiswa Palestina di laboratorium saya. Ada mahasiswa nan sedang saya bimbing untuk program S3,” ujarnya.
Menurut Brian, program tersebut juga dapat memperkuat pendidikan tinggi Indonesia melalui kehadiran mahasiswa internasional. Ia pun menyampaikan, Kemdiktisaintek bakal mendorong perguruan tinggi negeri mempunyai UPZ, serta memperkuat training bagi kampus nan belum memilikinya.
Brian menambahkan, pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk beragam program beasiswa. Karena itu, dia berambisi support lembaga filantropi dapat semakin memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
“Dengan demikian, kita juga bisa membujuk lebih banyak lagi insan-insan filantropi nan mempunyai kelebihan ekonomi untuk bersama-sama memperkuat dan memakmurkan Baznas ini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Baznas RI, Sodik Mudjahid, mengatakan, kerja sama tersebut turut memperkuat support Baznas terhadap akses pendidikan bagi masyarakat nan belum terjangkau program pemerintah.
“Pemerintah memberikan perhatian unik kepada pendidikan. Ada PIP, ada KIP, dengan anggaran nan besar. Tapi di lapangan kita mendapatkan bahwa mereka banyak nan belum mendapatkan PIP KIP, di situlah Baznas masuk,” ujar Sodik.
Sodik menambahkan, kerja sama dengan Kemdiktisaintek tidak hanya berangkaian dengan beasiswa, tetapi juga mencakup program pemberdayaan masyarakat. Mahasiswa nantinya dapat dilibatkan dalam program Baznas melalui aktivitas KKN, termasuk pembinaan pelaku upaya mini nan mendapat pembiayaan dari Baznas.
“Bukan hanya soal danasiwa saja kerja sama nan bakal dikembangkan, juga sampai kepada penyelenggaraan program-program Baznas nan lain. Misalnya ada Rumah Terang, misalnya ada Pembinaan Ekonomi Rakyat,” pungkasnya.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·