Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menekankan pentingnya penguatan adab, karakter, dan keagamaan bagi generasi Z di tengah pesatnya perkembangan pengetahuan pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, kepintaran intelektual dan penguasaan sains kudu melangkah beriringan dengan nilai-nilai moral agar generasi muda bisa menjadi pemimpin nan bijak dan berintegritas.
“Yang perlu dititipkan kepada Gen-Z hari ini, kepada calon pemimpin masa depan adalah dua hal: pertama adalah kompetensi alias sains alias ilmu, dan kedua adalah karakter dan wisdom. Tentu kita semua sepakat bahwa karakter alias wisdom di atas semua, etika di atas ilmu,” ujar Bima dalam Opening Speech Musyawarah Kerja Nasional I Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Persatuan Islam (PERSIS) di Aula Gedung Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/9/2026).
Bima mengingatkan, penguasaan pengetahuan pengetahuan dan teknologi tanpa fondasi moral dapat membikin seseorang kehilangan arah. Karena itu, generasi muda nan menjadi bagian besar dari golongan usia produktif perlu membangun keseimbangan antara kompetensi keilmuan, karakter, dan kedalaman spiritual.
Ia juga mendorong Pemuda PERSIS untuk bisa menerjemahkan nilai-nilai dakwah ke dalam kontribusi nyata bagi masyarakat, termasuk dalam memperkuat kualitas pemerintahan dan pelayanan publik.
Menurut Bima, lingkungan pergaulan mempunyai peran krusial dalam membentuk karakter sekaligus menentukan arah kepemimpinan seseorang. Karena itu, dia mengingatkan para kader muda agar menjaga lingkaran pertemanan dan memastikan orang-orang terdekat mereka mempunyai nilai serta kredibilitas nan baik.
Selain penguatan karakter, Bima menyoroti tantangan Indonesia untuk beralih bentuk menjadi negara berpendapatan tinggi. Ia mengungkapkan, berasas info Bank Dunia, hanya 34 dari 142 negara berpendapatan menengah nan sukses beralih bentuk menjadi negara berpendapatan tinggi sejak 1990-an. Sementara itu, info SUPAS 2025 menunjukkan bahwa generasi Z dan milenial secara campuran mencakup nyaris 50 persen dari total populasi Indonesia.
Menurutnya, besarnya populasi generasi muda tersebut merupakan kesempatan sekaligus tantangan nan kudu dikelola secara tepat. Terlebih, periode bingkisan demografi tidak berjalan selamanya dan waktunya dapat berbeda di setiap daerah. Karena itu, generasi muda perlu memanfaatkan momentum tersebut dengan terus meningkatkan kapabilitas sekaligus membangun jejaring dengan lingkungan nan dapat mendukung kepemimpinan mereka di masa depan.
“Stay in orbit. Bercita-cita menjadi pemimpin besar, tetap stay di orbit para pemimpin, jangan keluar dari orbit ini lantaran di situlah Anda bakal dibesarkan oleh sesama pemimpin,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Ketua Umum PP PERSIS Jeje Zaenudin, Ketua Dewan Hisbah PP PERSIS Zae Nandang, serta Ketua Umum PP Pemuda PERSIS Hilman Rasyid.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·