Kembali Dibuka, 8 Bandara Dipastikan Aman dari Abu Anak Krakatau

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Sejalan dengan itu, Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani menjelaskan, BMKG terus memantau pergerakan abu vulkanik nan secara umum berada pada ketinggian hingga 7.000 kaki alias sekitar 2,13 kilometer.

Abu tersebut bergerak ke arah selatan-barat daya, mencakup sebagian wilayah Banten bagian barat laut dan Samudra Hindia di barat laut Banten.

Pergerakan abu pada 8 September 2026 pukul 09.00 WIB diperkirakan mempunyai kecepatan 5–10 knot alias sekitar 9,3–18,5 kilometer per jam.

“Pantauan cuaca di sekitar GAK dan perairan Selat Sunda condong cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari,” ujar Andri.

Sementara itu, Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pemantauan melalui 20 tsunami gauge dan HF Radar Array di Carita serta Tanjung Lesung tidak menemukan anomali gelombang muka air laut. Dengan demikian, probabilitas tsunami berada dalam kategori rendah, ialah di bawah 50 persen.

BMKG juga memprakirakan tinggi gelombang di wilayah sekitar Selat Sunda berkisar 0,5–3 meter dalam tujuh hari ke depan, ialah pada 8–13 September 2026.

"Hingga pagi ini, tidak terdeteksi anomali kenaikan tinggi muka air laut ataupun perubahan pola arus permukaan secara signifikan nan mengindikasikan bakal terjadinya tsunami," kata Ardhasena.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita