
Wabah Ebola di RD Kongo dikhawatirkan bakal bertambah buruk. (Foto: Anadolu)
KINSHASA - Jumlah korban jiwa akibat pandemi Ebola di bagian timur Republik Demokratik Kongo telah melampaui 200 orang, menurut otoritas kesehatan. Angka ini diumumkan seiring dengan terus meningkatnya jangkitan dan kekhawatiran nan semakin besar terhadap laju penularan.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) pada Kamis (18/6/2026), kasus nan dikonfirmasi telah mencapai 875 sejak pandemi dinyatakan pada 15 Mei, termasuk 202 kematian, nan mengakibatkan tingkat kematian sebesar 23 persen.
Wabah tersebut terkonsentrasi di provinsi-provinsi timur Ituri, Kivu Utara, dan Kivu Selatan, dengan Ituri menyumbang nyaris 95 persen dari semua jangkitan nan dilaporkan.
Virus tersebut juga telah melintasi perbatasan ke Uganda, di mana 19 kasus dan dua kematian telah dikonfirmasi, demikian dilansir TRT.
Pejabat Memperluas Respons
Africa CDC mengatakan kapabilitas pengetesan dan sistem pengawasan digital telah diperkuat dalam upaya untuk meningkatkan penemuan kasus dan mengekang penyebaran penyakit.
Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, memperingatkan bahwa pandemi ini dapat menjadi lebih parah daripada epidemi Ebola nan menghancurkan pada tahun 2014-2016 di Afrika Barat jika penularan tidak segera dikendalikan.
Wabah tersebut merenggut lebih dari 11.000 nyawa di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone.
Menteri Kesehatan Kongo, Roger Kamba, melakukan perjalanan ke Bunia, ibu kota Provinsi Ituri, pada hari Kamis untuk menilai upaya respons, meninjau tantangan, dan membahas strategi baru untuk mempercepat langkah-langkah pengendalian wabah.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·