Kemarau Panjang, Warga Pingku Bogor Tempuh 4 Kilometer demi Air Bersih

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Tangerang, CNN Indonesia --

Kemarau panjang nan berjalan nyaris tiga bulan memicu krisis air bersih di Desa Pingku, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor. Warga terpaksa menempuh perjalanan hingga empat kilometer untuk mendapatkan air bersih dari satu-satunya sumur nan tetap mengeluarkan air.

Setiap hari, penduduk membawa galon kosong menggunakan sepeda motor menuju sumur nan berada jauh dari permukiman. Sumur tersebut menjadi satu-satunya sumber air nan tetap dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci.

Salah seorang warga, M Fickie, mengatakan penduduk kudu mengantre, terutama pada pagi dan sore hari, lantaran banyaknya penduduk nan berjuntai pada sumur tersebut. Menurutnya, seluruh sumur di lingkungan tempat tinggalnya telah mengering sehingga tidak lagi dapat digunakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kurang lebih jaraknya 3 sampai 4 kilometer dari rumah. Kalau pagi dan sore ramai, antre banget. Di rumah airnya sudah kering. Belum ada bantuan. Untuk air minum kudu beli, jika mandi ambil air dari sini," ujar Fickie, Senin (3/8).

Keluhan serupa disampaikan penduduk lainnya, Syamsul. Ia mengaku sumur di rumahnya telah mengering sejak sekitar dua bulan terakhir. Hingga kini, dia mengaku belum menerima support air bersih sehingga kudu mengantre di sumur nan tetap mempunyai debit air.

"Di rumah sumurnya sudah kering sekitar dua bulan terakhir. Belum ada support sama sekali. Kalau mau ambil air kudu antre di sumur nan di bawah," katanya.

Warga berambisi pemerintah segera menyalurkan support air bersih. Sebab, hingga sekarang sebagian besar sumur penduduk tetap mengering dan krisis air bersih belum menunjukkan tanda-tanda bakal berakhir.

[Gambas:Youtube]

(dod/isn)

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional