Harga Minyak Mentah Anjlok 7%, Terendah Sejak 13 Juli

Sedang Trending 40 menit yang lalu
Kapal-kapal berlabuh di Selat Hormuz , seperti terlihat dari Musandam, Oman, 11 Juni 2026. Foto: REUTERS/Stringer

Harga minyak bumi ambruk sekitar 7 persen ke level terendah dalam tiga pekan pada Senin (3/8). Faktor pendorongnya adalah sikap Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, nan menunda serangan baru terhadap Iran untuk membuka kesempatan tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat. Ini membikin pasokan minyak dari area Teluk bisa meningkat.

Dikutip dari Reuters, perjanjian berjangka Brent untuk pengiriman terdekat turun USD 6,35 alias 7 persen menjadi ditutup di level USD 83,77 per barel. Sementara itu, minyak mentah AS alias West Texas Intermediate (WTI) turun USD 4,33 alias 5,1 persen menjadi USD 80,34 per barel.

Angka penutupan Brent tersebut merupakan nan terendah sejak 13 Juli, salah satu penyebabnya adalah bergantinya perjanjian referensi ke perjanjian Oktober nan lebih murah, setelah perjanjian September nan lebih mahal berhujung pada Jumat lalu.

Harga Brent perjanjian Oktober tercatat turun 4,7 persen dibandingkan posisi penutupan perjanjian Oktober pada Jumat.

Presiden AS Donald Trump memberi isyarat saat berjumpa dengan Sekretaris Jenderal NATO di sela-sela KTT NATO di Ankara, pada 8 Juli 2026. Foto: Filip Singer / POOL / AFP

Sementara itu, Iran pada Senin (3/8) menyatakan tidak ada komunikasi dengan AS baik pembicaraan nan sedang berjalan maupun rencana pertemuan. Berbeda dengan Iran, Trump justru mengeklaim bakal ada pembicaraan pada sore hari dan menjadikannya argumen untuk membatalkan serangan.

Sepanjang akhir pekan, Trump kembali mengulangi pola nan muncul selama lima bulan terakhir, ialah mengumumkan rencana serangan besar-besaran terhadap Iran, namun kemudian membatalkannya pada saat-saat terakhir.

Trump juga mengatakan pembicaraan dengan Iran sedang berjalan dan memperingatkan Iran menghadapi akibat pemenggalan kepemimpinan, jika tidak menyetujui kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, membantah klaim tersebut. Menurut dia, tidak ada negosiasi dengan AS maupun agenda pertemuan nan dijadwalkan. Selain itu, Iran juga tidak berencana menerima delegasi asing ataupun mengirim negosiator ke luar negeri dalam beberapa hari mendatang.

“Penurunan tajam nilai minyak hari ini tampaknya merupakan reaksi berlebihan terhadap komentar Trump bahwa kesepakatan dengan Iran sudah dekat, setelah ancaman serangan besar-besaran nan dia lontarkan akhir pekan lampau juga disebut bakal segera terjadi,” tulis Analis Ritterbusch.

Ilustrasi isi bensin. Foto: Dusan Petkovic/Shutterstock

Di sisi lain, Trump kembali mendesak perusahaan minyak untuk menurunkan nilai bensin bagi konsumen di AS. Dia juga mengkritik Chevron dan Exxon Mobil lantaran dinilai meraup untung nan terlalu besar.

Selain nilai minyak mentah nan turun, nilai bensin dan diesel di AS juga melemah sekitar 5 persen sepanjang perdagangan Senin (3/8).

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan