kondisi Sumber air baku di kolong Merawang nan terus mengalami penyusutan akibat kemarau(MI/Rendy)
SUMBER air Baku Perusahaan Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Bangka terus menyusut. Direktur PDAM Tirta Bangka Abdi Nursahri mengatakan kemarau ekstrem tahun ini memberikan akibat terhadap Persediaan air di sejumlah sumber air baku.
"Kita ada beberapa sumber air baku untuk di Sungailiat, Dua di Kolong Merawang dan satu di DAM Pemali, Puding, Belinyu dan Bakam mulai mengalami penyusutan,"Kata Abdi. Jumat (4/9).
Kini sumber-sumber air baku masih bisa terjangkau oleh pompa PDAM. Namun, andaikan Oktober 2026 musim tandus tetap terus berlangsung, dia ragu pipa dapat menjangkau air.
"Dua bulan lagi alias Oktober kelak jika tidak ada hujan, status kita sudah Awas, artinya Persediaan air terancam,"ujarnya.
Sebanyak 15 ribu pengguna berjuntai sumber air ke PDAM tirta Bangka. Sementara itu, Bupati Bangka Fery Insani mengatakan pemerintah wilayah berupaya mencari sumber air baku baru untuk mengantisipasi kekeringan ekstrem dan masalah nan dialami PDAM Tirta Bangka Kering.
"Cuaca ekstrem ini berakibat terhadap kesiapan sumber air baku kita di beberapa kolong, lantaran terus mengalami penyusutan,"kata Fery.
Untuk itu, pihaknya terus menguimbau masyarakat, khususnya di titik-titik rawan kekeringan agar bijak menggunakan air.
"Kami minta bijak gunakan air ditengah kekeringan ekstrem saat ini, agar Persediaan air tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, khususnya di wilayah Penagan dan Nibung,"ucap dia. (H-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·