Seorang penduduk menjemur gaplek di tanggul waduk Dawuhan nan airnya menyusut di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (15/9/2025).(Antara)
MUSIM kemarau nan mulai ditandai dengan menurunnya curah hujan di Banyumas, Jawa Tengah mulai berakibat pada kesiapan air bersih di sejumlah wilayah.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas mencatat sudah ada dua wilayah nan mengusulkan permohonan bantuan air bersih akibat mulai mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banyumas Dwi Irawan Sukma mengatakan, hingga saat ini laporan nan masuk berasal dari Desa Tamansari, Kecamatan Karanglewas, serta Kelurahan Sokanegara, Kecamatan Purwokerto Timur.
“Kami telah menerima dua laporan permohonan support air bersih, masing-masing dari Desa Tamansari dan Kelurahan Sokanegara,” ujar Dwi pada Kamis (11/6).
Meski permohonan telah diterima, BPBD belum langsung melakukan pengedaran bantuan. Saat ini petugas tetap melakukan survei lapangan untuk memastikan kondisi di letak dan menilai tingkat kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih.
Menurut Dwi, survei tersebut krusial dilakukan sebagai dasar penentuan jumlah support nan bakal diberikan, termasuk kebutuhan armada tangki dan volume air nan kudu disalurkan ke wilayah terdampak.
“Untuk Tamansari dan Sokanegara saat ini tetap dalam tahap survei. Kami tetap mendata kebutuhan tangki air serta memperkirakan volume pengedaran nan diperlukan,” katanya.
Ia menambahkan, andaikan hasil survei menunjukkan kondisi masyarakat memerlukan penanganan segera, support air bersih bakal langsung didistribusikan.
Dwi menjelaskan, penurunan intensitas hujan dalam beberapa pekan terakhir menjadi salah satu tanda awal masuknya musim tandus di Banyumas. Kondisi tersebut mulai dirasakan terutama di wilayah selatan nan selama ini dikenal lebih rentan mengalami kekeringan saat musim kemarau.
Sementara itu, beberapa area di wilayah utara Banyumas tetap sesekali diguyur hujan dengan intensitas ringan sehingga kondisi sumber air relatif lebih kondusif dibandingkan wilayah selatan.
Mengantisipasi potensi meluasnya akibat kekeringan, BPBD Banyumas mulai meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan beragam langkah antisipatif. Salah satunya dengan memantau perkembangan kondisi cuaca dan kesiapan sumber air di sejumlah wilayah nan berpotensi terdampak.
“Curah hujan sudah mulai berkurang dan tanda-tanda musim tandus mulai terlihat. Karena itu kami melakukan beragam persiapan untuk mengantisipasi kemungkinan bertambahnya wilayah nan mengalami kekeringan,” ujarnya.
Selain menyiapkan pengedaran support air bersih, BPBD juga melakukan pemetaan wilayah rawan kekeringan sebagai langkah mitigasi. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap dapat terpenuhi andaikan musim tandus berjalan lebih panjang dan jumlah wilayah terdampak terus bertambah. (LD/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·