Kekeringan di Cilacap makin Meluas, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Kekeringan di Cilacap makin Meluas, Ribuan Warga Krisis Air Bersih Ilustrasi(Dok BPBD Cilacap)

KRISIS air bersih akibat musim kemarau di Kabupaten Cilacap semakin meluas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap mencatat jumlah desa nan terdampak kekeringan bertambah setelah menerima permohonan support pengedaran air bersih dari dua desa baru. Di kedua desa, ada lebih dari 7 ribu jiwa nan terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, mengatakan dua desa nan mengusulkan support tersebut adalah Desa Cimrutu, Kecamatan Patimuan, dan Desa Cinangsi, Kecamatan Gandrungmangu.

“Bertambahnya wilayah terdampak kekeringan diketahui dari surat permohonan support air bersih nan kami terima dari Desa Cimrutu dan Desa Cinangsi,” kata Taryo pada Rabu (24/6).

Di Desa Cimrutu, kekeringan melanda tiga dusun, ialah Dusun Cimrutu, Dusun Ciputri, dan Dusun Kalenwedi. Sedikitnya 320 kepala family dengan jumlah sekitar 3.926 jiwa dilaporkan mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Sementara itu, di Desa Cinangsi, kekeringan terjadi di Dusun Cinangsi Timur, Cibriluk, Cinangsi Barat, dan Damajaya. Sebanyak 830 kepala family alias sekitar 3.194 jiwa terdampak krisis air bersih dan memerlukan support pasokan air.

Menindaklanjuti permohonan tersebut, BPBD Cilacap segera menerjunkan tim untuk melakukan asesmen dan pengecekan langsung ke letak terdampak sebelum mendistribusikan bantuan.

“Kami bakal segera menindaklanjuti surat permohonan tersebut dengan pengecekan letak alias asesmen oleh tim dari BPBD Cilacap,” ujarnya.

Dengan bertambahnya dua desa tersebut, jumlah wilayah nan terdampak kekeringan di Kabupaten Cilacap sekarang menjadi empat desa. Sebelumnya, BPBD telah lebih dulu menyalurkan support air bersih ke Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi.

BPBD memperkirakan akibat kekeringan tetap berpotensi meluas seiring meningkatnya intensitas musim kemarau. Karena itu, pemantauan terus dilakukan di beragam wilayah nan berisiko mengalami krisis air bersih.

Selain menyiapkan pengedaran bantuan, BPBD juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak dan melakukan penghematan untuk mengantisipasi kemungkinan kekeringan nan lebih parah.

“Koordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, serta lembaga mengenai terus dilakukan agar penanganan akibat kekeringan dapat melangkah sigap dan tepat sasaran,” kata Taryo. (LD/E-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia