Ilustrasi(Istimewa)
KEKERINGAN dan krisis air bersih di Jawa Barat telah melanda 20 kabupaten dan kota, dari total 27 daerah.
Kekeringan dialami penduduk di 334 desa dan kelurahan, pada 153 kecamatan.
"Jumlah penduduk terdampak telah mencapai 140.765 kepala family alias sebanyak 450.383 jiwa," ungkap Juru Bicara BPBD Jawa Barat, Hadi Rahmat, Selasa (11/8).
Sampai pekan ini, BPBD di seluruh Jawa Barat terus bergerak mendistribusikan air bersih. Total air bersih nan dikirim ke letak terdampak sudah mencapai 8.747.000 liter.
Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor tetap menjadi dua wilayah terdampak nan paling parah. Di Kabupaten Bekasi pengedaran air bersih sudah mencapai 3,8 juta liter, sedangkan di Kabupaten Bogor 1,5 juta liter.
Di Kabupaten Bogor, penduduk terdampak mencapai 170.892 KK alias 53.230 jiwa. Kekeringan dan krisis air bersih melanda 123 desa dan kelurahan di 30 kecamatan.
Sementara di Kabupaten Bekasi, penduduk terdampak berjumlah 46.892 KK alias 15.146 jiwa di 25 desa dan kelurahan pada 9 kecamatan.
Wilayah lain dengan kerawanan tinggi akibat kekeringan dan air bersih adalah Kabupaten Karawang, Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Tasikmalaya.
"BPBD bakal terus membantu penduduk dengan mendistribusikan air bersih ke letak terdampak. Kami juga berambisi penduduk bisa berhemat dan bijak dalam menggunakan air," tambah Hadi. (SG/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·