Kejuaraan Taekwondo Asia Diharapkan Dongkrak Roda Perekonomian Jakarta

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon. Foto: Dok. Istimewa

Penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 tak hanya menjadi arena perburuan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 bagi para taekwondoin, tetapi juga diharapkan memberikan akibat positif terhadap sektor pariwisata dan perekonomian Indonesia, khususnya DKI Jakarta.

Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI), Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, mengatakan bahwa penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships menjadi kesempatan untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu destinasi penyelenggaraan kejuaraan olahraga internasional.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang pertandingan dan menjadi tempat bagi atlet-atlet kita untuk mengasah keahlian terbaik mereka, tetapi juga dapat memberikan akibat positif bagi Indonesia. Kehadiran atlet dan ofisial dari beragam negara dapat memberikan faedah nan lebih luas, khususnya bagi DKI Jakarta, melalui sektor perhotelan, transportasi, kuliner, upaya mikro, dan pariwisata nan diharapkan dapat menggerakkan roda perekonomian,” ujar Richard dalam keterangan resminya, Selasa (28/7).

Asian Taekwondo Indonesia Open Championships bakal diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan pada 1–5 Agustus 2026. Ajang bergengsi nan masuk dalam turnamen level G2 World Taekwondo (WT) serta menjadi salah satu arena perburuan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028 dan Kejuaraan Dunia.

Pertandingan taekwondo Foto: Dok. Istimewa

Rencananya Asian Taekwondo Indonesia Open Championships bakal mempertandingkan kategori poomsae (seni) dan kyorugi (tarung). Untuk kategori poomsae recognized dan freestyle dijadwalkan berjalan 1–2 Agustus. Sedangkan Kyorugi Senior Putra dan Putri digelar pada 3–5 Agustus 2026.

“Sport tourism merupakan salah satu langkah untuk memperkenalkan Indonesia kepada masyarakat internasional. Semakin banyak event berbobot nan digelar, semakin besar pula kesempatan untuk meningkatkan kunjungan sekaligus membangun gambaran Jakarta sebagai kota olahraga dan destinasi internasional,” kata Richard.

Sebanyak 478 taekwondoin dari 36 negara tercatat bakal berperan-serta dalam 8th Asian Taekwondo Indonesia Open 2026. Indonesia menurunkan 233 taekwondoin, 31 di antaranya merupakan atlet nan telah dipersiapkan PBTI berasas hasil dari rangkaian Kejuaraan Ksatria Nusantara Series nan telah bergulir di Lampung, Surabaya, Bandung, Bali, dan Kediri.

Tiga dari 31 taekwondoin tersebut nan disiapkan PBTI juga merupakan atlet nan bakal mewakili Merah Putih di Asian Games Aichi Nagoya 2026. Mereka adalah Muhammad Bassam Raihan (U68kg), Arya Danu (U80kg), serta Andi Sultan nan turun di poomsae.

Taekwondoin Kalimantan Timur Valdo Caesar (kiri) tendangan ke arah taekwondoin Kalimantan Selatan M. Gurun (kanan) pada babak kualifikasi senior Taekwondo Kyorugi -80 kg putra PON Bela Diri 2025 di Djarum Arena, Kudus, Minggu (12/10/2025). Foto: Makna Zaezar/ANTARA FOTO

Sementara itu, sebanyak 245 taekwondoin lainnya berasal dari beragam negara di area Asia, Eropa, Amerika, Afrika, dan Timur Tengah. India menjadi negara dengan jumlah peserta asing terbanyak, ialah 61 atlet, disusul Hong Kong dengan 34 atlet dan Filipina dengan 33 atlet.

Sekretaris Jenderal PBTI, Rafael Hotasi Siagian mengatakan tingginya antusiasme membikin panitia kudu membatasi peserta jumlah peserta. Hal ini untuk menjaga lama waktu pertandingan.

“478 atlet dari 36 negara merupakan nomor final. Kami kudu membatasi lantaran ada patokan dari World Taekwondo, turnamen tidak bisa diselenggarakan hingga malam hari. Kami kudu mengikuti itu,” kata Rafael.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan