Ayah dan kerabat laki-laki Sam Abu Haykal, seorang bayi Palestina berumur 7 bulan nan dibunuh oleh tentara Israel, membawa jenazahnya selama pemakamannya di Hebron di Tepi Barat nan diduduki Israel, 6 Juni 2026. Sebuah kejadian penembakan di wilayah Tepi Barat nan diduduki Israel memicu kecaman internasional setelah seorang bayi Palestina berumur tujuh bulan tewas akibat tembakan tentara Israel saat berada di dalam mobil berbareng keluarganya. Peristiwa itu terjadi meski family tersebut disebut telah mematuhi perintah tentara untuk menghentikan kendaraan. REUTERS/Mussa Qawasma
Bayi berjulukan Sam Fahd Abu Haikal itu mengalami luka kritis setelah tentara Israel melepaskan tembakan ke arah mobil nan ditumpanginya di area Tel Rumeida, Hebron, pada Jumat (5/6/2026). (REUTERS/Mussa Qawasma)
Sam kemudian dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi kritis, namun nyawanya tidak tertolong. (REUTERS/Mussa Qawasma)
Dalam wawancara dengan surat berita Israel Haaretz, ayah korban, Fahd Abu Haikal, menceritakan detik-detik kejadian nan merenggut nyawa putranya. Ia mengatakan sebuah peluru menembus tangannya sebelum mengenai Sam nan saat itu berada dalam gendongan ibunya di bangku belakang. (REUTERS/Mussa Qawasma)
Militer Israel alias Israel Defense Forces (IDF) menyampaikan jenis berbeda mengenai kejadian tersebut. Menurut pernyataan IDF, pasukan di letak "mengira sebuah kendaraan sedang melaju ke arah mereka" sehingga salah satu tentara melepaskan tembakan tunggal ke arah mobil tersebut. "Sebagai akibatnya, tiga penduduk Palestina terluka dan dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis," kata IDF, dilansir The Guardian. (REUTERS/Mussa Qawasma)
Dalam unggahan di media sosial X, konsulat menyatakan pihaknya menyerukan adanya "Investigasi dan pertanggungjawaban nan segera dan transparan". Kasus kematian Sam mengingatkan pada kejadian serupa nan terjadi pada 15 Maret di Tamoun, wilayah Lembah Yordan bagian utara. Saat itu tentara Israel menembaki sebuah kendaraan nan melintas di desa tersebut dan menewaskan satu family Palestina. (REUTERS/Mussa Qawasma)
Menurut info Perserikatan Bangsa-Bangsa, lebih dari 1.000 penduduk Palestina telah tewas di Tepi Barat dan Yerusalem Timur sejak perang dimulai. Dari jumlah tersebut, sedikitnya 240 orang merupakan anak-anak. PBB juga mencatat 49 orang telah terbunuh di wilayah tersebut sepanjang tahun ini. (REUTERS/Mussa Qawasma)
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·