Feby Novalius
, Jurnalis-Jum'at, 24 April 2026 |14:00 WIB

Arahan Presiden Prabowo Subianto memperkuat ketahanan daya nasional. (Foto: Okezone.com)
JAKARTA — Indonesia mempercepat transisi daya dengan menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) hingga 100 gigawatt (GW) dalam beberapa tahun ke depan, sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan daya nasional.
Langkah ini turut didorong melalui beragam forum energi, termasuk Solartech Indonesia 2026 nan digelar di Jakarta.
Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian ESDM, Sahid Junaidi, menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyusun Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) terbaru nan selaras dengan sasaran Net Zero Emission (NZE) 2060. Ia menegaskan daya surya mempunyai potensi terbesar dibandingkan sumber daya baru terbarukan lainnya, termasuk melalui pengembangan pembangkit listrik tenaga surya genting (rooftop).
“Pemerintah mendorong percepatan pemanfaatan daya surya. Presiden menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt dalam 2–3 tahun ke depan (2026–2028) guna mempercepat transisi daya dan memperkuat ketahanan daya nasional,” ujar Sahid, Jumat (24/4/2026).
Sementara itu, Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menyatakan partisipasi perusahaannya dalam forum tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung percepatan transisi daya nasional.
“Partisipasi PLN Indonesia Power dalam forum ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan daya bersih, termasuk melalui pembangunan prasarana dan pembangkit berbasis daya surya,” ujarnya.
Dalam arena tersebut, sejumlah penemuan mengenai transisi daya turut ditampilkan, termasuk pengembangan daya panas bumi dan tenaga surya.
(Feby Novalius)
Ekonomi Okezone menyajikan buletin ekonomi terkini dan terpercaya. Dapatkan wawasan tentang tren pasar, kebijakan ekonomi, dan pergerakan finansial di Indonesia dan dunia.
3 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·