Jakarta, CNBC Indonesia - Kejaksaan Agung kembali menetapkan Muhammad Riza Chalid (MRC) sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi. Dalam konvensi pers di instansi pusat Kejagung, Jakarta Selatan, Kamis (9/4/2026), Kejagung mengumumkan MRC sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2008-2015.
Sebelumnya, MRC ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina (Persero) periode 2018-2023. Ia berkedudukan sebagai beneficial owner PT Navigator Khatulistiwa dan PT Orbit Terminal Merak, dengan total dugaan kerugian negara mencapai Rp285 triliun. Namun demikian, sampai dengan saat ini, Riza Chalid belum diperiksa oleh Kejagung.
"Untuk masalah MRC memang DPO (Daftar Pencarian Orang) betul dan Red Notice sudah diterbitkan. Untuk itu, kami tetap bekerja sama dengan pihak Interpol, terutama Interpol Indonesia, untuk berupaya untuk mendatangkan dari kerabat MRC tersebut. Upaya tetap dilakukan. Dan dengan demikian MRC selain menjadi tersangka di perkara nan terdahulu, juga menjadi statusnya tersangka di perkara nan satu ini," kata Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Syarief Sulaeman Nahdi.
Terkait sasaran waktu, Syarief mengungkapkan Kejagung mengusahakan secepat mungkin dapat mendatangkan MRC. Akan tetapi, ada hambatan lantaran nan berkepentingan berada di luar negeri.
"Tapi lantaran memang ini menyangkut yurisdiksi negara lain, di luar yurisdiksi Indonesia, sepertinya memang kita perlu waktu. Tapi semua upaya nan terbaik sudah kita lakukan, semua upaya nan terbaik sudah kita lakukan. Kita juga berambisi kami bisa segera mendatangkan kerabat MRC selaku tersangka ke Indonesia," papar Syarief.
Foto: Potret salah satu tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang di PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral) periode 2008-2015. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
(miq/miq)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·