Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas penerbangan Amerika Serikat tengah bersiap memecat dua pengawas lampau lintas udara di Bandara LaGuardia, New York. Keduanya diduga meninggalkan letak kerja lebih awal sebelum pesawat Air Canada berbenturan dengan truk pemadam kebakaran pada 22 Maret lampau hingga menewaskan kedua pilot.
Sumber nan mengetahui persoalan tersebut mengatakan kepada Reuters bahwa kedua pegawai Administrasi Penerbangan Federal AS (FAA) itu semestinya tetap bekerja ketika kecelakaan terjadi. Namun, mereka disebut telah meninggalkan fasilitas.
Penyelidik sekarang turut memeriksa apakah jumlah pengawas nan bekerja saat kejadian sudah mencukupi.
Asosiasi Nasional Pengawas Lalu Lintas Udara (National Air Traffic Controllers Association/NATCA) mengatakan pihaknya sedang membahas dugaan tersebut secara aktif berbareng ketua FAA. Namun, organisasi itu menolak memberikan komentar lebih jauh.
FAA menegaskan bakal meminta pertanggungjawaban pegawainya dan tidak bakal mengorbankan aspek keselamatan.
"FAA berkomitmen untuk meminta pertanggungjawaban pegawai, dan kami tidak bakal berdiskusi dengan keselamatan alias efisiensi Sistem Wilayah Udara Nasional," kata FAA.
Beban Kerja Pengawas Disorot
Menteri Transportasi AS Sean Duffy mengatakan sebagian besar pengawas lampau lintas udara telah menjalankan pekerjaannya dengan baik. Namun, menurutnya, tindakan tetap kudu diambil andaikan ada pegawai nan menyalahgunakan sistem dan membebani rekan kerja lainnya.
"Namun ketika sebagian mini perseorangan memanfaatkan pembayar pajak Amerika, secara tidak setara menambah pekerjaan kepada sesama pengawas lampau lintas udara, dan berakibat pada wilayah udara, kami tidak punya pilihan selain bertindak," kata Duffy, Kamis (27/8/2026).
"Kami tidak bakal menoleransi penipuan, dan kami mengambil tindakan nan tepat untuk meminta pertanggungjawaban mereka serta mencegah praktik-praktik terlarangan mengganggu masyarakat nan bepergian," lanjutnya.
Sejumlah pengawas lampau lintas udara nan diwawancarai Reuters menggambarkan kondisi pada malam kecelakaan sebagai situasi nan sibuk. Mereka mengatakan dalam kondisi seperti itu, pengawas tambahan biasanya bakal dipanggil untuk membantu alias sejumlah pengawas bakal tetap bekerja melewati akhir shift-nya.
Langkah tersebut diperlukan untuk menangani jumlah penerbangan nan lebih banyak dari agenda alias perkiraan.
Seorang pengawas mengatakan FAA dalam beberapa waktu terakhir telah memperketat pengawasan secara nasional terhadap pegawai nan pergi beristirahat menjelang akhir shift-nya tetapi tidak kembali ke pos.
Pengawas lainnya mengatakan FAA juga tengah menindak praktik nan dikenal di kalangan industri sebagai "early shoves". Istilah tersebut merujuk pada kebiasaan pengawas meninggalkan tempat kerja sebelum shift-nya berhujung setelah menyelesaikan tugas nan diberikan.
Namun, pengawas ketiga mengatakan kebijakan membolehkan pegawai meninggalkan akomodasi beberapa saat sebelum agenda kerja resmi berhujung sebenarnya telah menjadi praktik nan lazim di banyak akomodasi selama bertahun-tahun.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·