Jakarta, CNBC Indonesia - Insiden kecelakaan maut dilaporkan kembali mengguncang wilayah selatan Zimbabwe setelah sebuah kereta peralatan menghantam bus penumpang di sebuah perlintasan sebidang pada Selasa (16/6/2026). Tragedi berdarah ini menambah panjang daftar kelam kecelakaan transportasi publik nan mematikan di benua Afrika.
Otoritas kepolisian dan perkeretaapian setempat mengonfirmasi bahwa kecelakaan parah tersebut menewaskan sedikitnya sembilan orang di letak kejadian, termasuk dua di antaranya adalah anak-anak. Tabrakan dahsyat ini tepatnya terjadi di perlintasan kereta wilayah Triangle, sebuah kota mini penghasil gula nan terletak di bagian selatan negara itu.
Juru Bicara Perusahaan Kereta Api Nasional Zimbabwe (NRZ), Andrew Kanambura, menegaskan dalam rilis resminya bahwa kecelakaan maut ini dipicu oleh kecerobohan fatal dari pengemudi bus. Sopir kendaraan umum tersebut dilaporkan melanggar izin keselamatan perkeretaapian lantaran tidak menghentikan kendaraannya untuk memastikan situasi kondusif sebelum nekat menyeberangi jalur rel.
Dampak hantaman keras dari lokomotif peralatan tersebut membikin bodi bus ringsek parah dan hancur di sisi samping jalur kereta api. Serpihan logam nan bengkok serta puing-puing kaca nan hancur dilaporkan berceceran di sekitar tanah di mana para korban nan terluka langsung dilarikan ke akomodasi medis terdekat.
"Setidaknya 25 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka akibat hantaman tersebut dan telah dievakuasi ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis darurat," ujar Kanambura mengenai kondisi penanganan para korban selamat di lapangan.
Tragedi tabrakan massal ini terjadi kurang dari sepekan setelah sebuah minibus nan mengangkut anak-anak sekolah terbakar dahsyat di wilayah tengah Zimbabwe hingga menewaskan tujuh orang. Selain itu, pada bulan lampau tercatat ada sedikitnya 10 orang nan tewas dalam kejadian tabrakan serupa antara bus penumpang dan truk pengangkut barang.
Kasus kecelakaan jalan raya memang menjadi kejadian mengerikan nan sangat umum terjadi di Zimbabwe akibat buruknya prasarana dan rendahnya tingkat disiplin berkendara. Berdasarkan info berkala dari lembaga keselamatan jalan raya nasional, kecelakaan lampau lintas di negara tersebut dilaporkan terjadi setiap 15 menit sekali.
"Rata-rata lima orang tewas dan 38 orang terluka setiap harinya akibat kecelakaan lampau lintas di negara ini, di mana otoritas berkuasa menyatakan aspek kesalahan manusia menyumbang 94% dari total kasus kecelakaan," tulis laporan resmi lembaga keselamatan jalan Zimbabwe mengenai bobroknya sistem transportasi darat setempat.
Secara global, wilayah Afrika tercatat sebagai benua dengan tingkat kematian akibat kecelakaan lampau lintas tertinggi di dunia, meskipun wilayah ini hanya menyumbang sekitar 3% dari total populasi kendaraan dunia bumi menurut info Komisi Ekonomi PBB untuk Afrika (UNECA). Armada bus umum serta kendaraan transportasi massal lainnya dilaporkan menjadi penyumbang terbesar dalam setiap kejadian tabrakan besar nan merenggut nyawa penduduk sipil.
(tps/luc)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·