Agar tumbuh kembang optimal, anak perlu mendapatkan asupan zat besi sesuai usianya. Ya Moms, unsur besi merupakan mikronutrien krusial bagi anak.
Mengutip IDAI, unsur besi berkedudukan krusial untuk meningkatkan perkembangan otak dan kegunaan kognitif, menjaga daya tahan tubuh, mencegah anemia, serta membantu mencegah stunting. Karena itu, kecukupan unsur besi perlu diperhatikan sejak dini.
Sebaliknya, kekurangan unsur besi dapat berakibat negatif pada kecerdasan, perilaku, dan perkembangan motorik anak. Bahkan, akibat kekurangan unsur besi nan terjadi pada masa awal kehidupan dapat memengaruhi keahlian belajar anak di kemudian hari.
Zat besi bisa didapat di dalam protein hewani maupun nabati. Hanya saja, unsur besi pada protein hewani lebih mudah diserap tubuh.
Lantas, berapa sih kebutuhan unsur besi pada anak? Ternyata berbeda-beda di setiap tahapan usia, Moms!
Kebutuhan Zat Besi Sesuai Tahap Usia Anak
Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (AKG) Kementerian Kesehatan RI, kebutuhan unsur besi harian anak adalah:
Usia 0–5 bulan: 0,3 mg per hari
Usia 6–11 bulan: 11 mg per hari
Usia 1–3 tahun: 7 mg per hari
Usia 4–6 tahun: 10 mg per hari
Usia 7–9 tahun: 10 mg per hari
Usia 10–12 tahun (laki-laki): 8 mg per hari
Usia 10–12 tahun (perempuan): 8 mg per hari
Usia 13–15 tahun (laki-laki): 11 mg per hari
Usia 13–15 tahun (perempuan): 15 mg per hari
Usia 16–18 tahun (laki-laki): 11 mg per hari
Usia 16–18 tahun (perempuan): 15 mg per hari
Kebutuhan unsur besi meningkat saat bayi memasuki usia 6 bulan lantaran persediaan unsur besi nan diperoleh sejak dalam kandungan mulai menurun. Inilah argumen kenapa MPASI dianjurkan mengandung sumber unsur besi nan cukup.
Tips Agar Penyerapan Zat Besi Lebih Optimal
Tidak hanya memperhatikan jumlah unsur besi, orang tua juga perlu membantu tubuh anak menyerap unsur besi dengan lebih baik. Salah satu caranya adalah mengombinasikan makanan sumber unsur besi dengan makanan kaya vitamin C, seperti jeruk, stroberi, tomat, brokoli, alias pepaya.
Vitamin C dapat membantu meningkatkan penyerapan unsur besi di dalam tubuh. Sebaliknya, hindari memberikan teh alias minuman berkafein pada anak lantaran dapat menghalang penyerapan unsur besi.
Dengan memastikan anak mendapatkan cukup unsur besi setiap hari, orang tua turut mendukung perkembangan otak, pertumbuhan fisik, serta daya tahan tubuhnya sejak dini.
3 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·