Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa di tahun 2027 kebutuhan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Indonesia bakal mengalami peningkatan hingga 10 juta ton per tahun
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, lonjakan kebutuhan tersebut dipicu oleh konsumsi rumah tangga serta sektor industri baru.
"kita tahu bahwa LPG kita dari total konsumsi kita kan 8,6 juta. Bahkan di tahun 2026-2027 itu meningkat dengan penambahan industri daripada Lotte. Lotte itu butuh itu kurang lebih sekitar 1,5 juta ton per tahun. Jadi overall itu kita butuh sekitar 10 juta ton LPG. Nah kaitan dengan itu kita juga mencari pasar-pasar baru. Total produksi kita hanya 1,6 juta," ujar Bahlil di Kementerian ESDM, beberapa waktu nan lalu, dikutip Jumat (24/4/2026).
Menurut Bahlil, dengan produksi hanya sekitar 1,6 juta ton, Indonesia tetap sangat berjuntai pada impor untuk memenuhi kebutuhan LPG. Oleh karena itu, penjajakan pembelian LPG dari Rusia menjadi perihal nan cukup krusial dilakukan.
Adapun, penjajakan impor LPG dari Rusia saat ini tetap dalam tahap finalisasi. Pemerintah terus berupaya mempercepat proses tersebut guna mengamankan pasokan di tengah ketidakpastian geopolitik global.
"Jadi kita kudu mencari pasar baru dan termasuk di Rusia. Nah Insya Allah Rusia sekarang dalam jika untuk LPG dalam taraf finalisasi. Ya kita doakan bisa sigap selesai," kata Bahlil.
Sebelumnya, Bahlil memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto bahwa pemerintah telah mengamankan pasokan minyak mentah dari Rusia. Hal ini diungkapkan Bahlil usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Seperti diketahui, Bahlil telah melakukan tatap muka berbareng Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada Selasa (15/4/2026). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.
Tak hanya mendapatkan pasokan minyak mentah, dari hasil pertemuan itu menurutnya Indonesia juga mendapatkan komitmen dari pihak Rusia untuk membangun prasarana di Indonesia untuk meningkatkan ketahanan energi.
"Alhamdulillah kemarin atas pengarahan Bapak Presiden sudah saya berjumpa dengan Menteri Energi dan Utusan Khusus daripada Presiden Putin dan kabarnya alhamdulillah cukup menggembirakan bahwa kita bakal mendapat pasokan crude dari Rusia dan juga dari pihak Rusia bakal siap membangun beberapa prasarana nan krusial dalam rangka meningkatkan persediaan dan ketahanan daya nasional kita," kata Bahlil, usai rapat di Istana, Kamis (16/4/2026).
Selain itu, pihaknya juga terus melakukan komunikasi intensif mengenai dengan pasokan LPG untuk Indonesia dari Rusia. Mengingat, Indonesia mengimpor LPG sekitar 7 juta ton setiap tahun.
(pgr/pgr)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·