Sebanyak lima kebo bule keturunan Kiai Slamet dibersihkan dan dimandikan menjelabg penyelenggaraan Kirab Pusaka 1 Suro Keraton Surakarta, nan bakal digelar Selasa tengaj malah alias menjelang Rabu awal hari.(MI/Widjajadi)
KARATON Surakarta mematangkan persiapan penyelenggaraan Kirab Pusaka Malam 1 Suro nan bakal digelar Selasa tengah malam menjelang Rabu awal hari (17/6/2026). Tradisi keraton ini menjadi penanda pergantian tahun baru Jawa alias 1 Muharram 1447 H, dan telah berjalan ratusan tahun.
Kegiatan Kirab Malam 1 Suro menjadi tradisi budaya paling sakral dan ikonik bagi kerayon dinasti Mataram Islam di Kota Solo. Setiap tahunnya, ribuan masyarakat dari beragam wilayah memadati area Baluwarti, untuk menyaksikan prosesi kirab pusaka nan berjalan dalam suasana hening alias tapa bisu.
Hewan klangenan keraton, kebo bule ketueunan Kiai Slamet berada di barisan terdepan sebagai cucuk lampah. " Persiapan kirab, tidak mengalami perubahan berfaedah dari aktivitas serupa tahun lalu. Gladi bersih juga sudaj digelar," kata Wakil Pengageng Karti Puro Keraton Surakarta nan juga Bupati Juru Kunci Astana Pajimatan Imogiri, KPH Djoyo Adilogo di area landang kebo bule di Alun Alun Selatan.
Menurut dia, seluruh tahapan kirab disiapkan sesuai tata langkah dan tradisi nan bertindak di lingkungan Karaton Surakarta Hadiningrat, dengan support tim Semut Ireng bersama para abdi dalem nan bekerja mengatur jalur kirab.
"Ada 30 personel diterjunkan membantu pengamanan di sepanjang rute kirab, untuk membuka jalan bagi rombongan pusaka, serta mengawal perjalanan Kebo Bule Kiai Slamet selama prosesi berlangsung," imbuh cucu PB XII nan sudah melibatkan diri dalam Kirab Malam 1 Suro sejak 2004 itu.
Kirab Berjalan Atas Dawuh Sinuhun Paku Buwono XIV
Djoyo Adilogo menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kirab Pusaka Malam 1 Suro nan dipandu kebo bule keturunan Kiai Slamet, merupakan dhawuh dari Pakoe Boewono XIV nan sebelumnya telah menyandang gelar sebagai KGPH Hangabehi.
Secara adat, dhawuh PB XIV untuk penyelenggaraan kirab diteruskan melalui Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta GKR Koes Moertiyah Wandansari, untuk dikoordinasikan dengan pengageng Karti Puro sebagai pelaksana teknis di lapangan.
Kirab Pusaka 1 Suro selalu melibatkan Klkebo bule turunan Kiai Slamet. Karena itu untuk melestarikan budaya itu kebo bule selalu kudu dirawat secara baik. Perawatan dilakukan setiap hari, termasuk pemberian pakan, pemeriksaan kesehatan, hingga persiapan menjelang penyelenggaraan kirab.
"Perawatan dilakukan secara rutin setiap bulan. Semua kebutuhan Kebo Bule selama ini menjadi tanggung jawab Pengageng Sasana Wilapa sekaligus Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton Surakarta Hadiningrat nan saat ini dijabat oleh Gusti Moeng," tegasnya.
Terpisah, srati alias perawat kebo bule keturunan Kiai Slamet, Heri, mengatakan bahwa seluruh kerbau keturunan Kiai Slamet telah menjalani beragam persiapan unik menjelang penyelenggaraan kirab, termasuk dimandikan sebelum menjalankan tugas sebagai cucuk lampah.
"Kerbau dimandikan terlebih dulu agar bersih dan siap mengikuti kirab," tutur Heri seraya menyebut ada lima ekor kerbau keturunan Kiai Slamet nan dipelihara oleh Karaton Surakarta Hadiningrat, terdiri atas dua ekor jantan dan tiga ekor betina. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·