Surabaya, CNN Indonesia --
Kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di area Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, sekarang mencapai sekitar 1.888,91 hektare, per Jumat (4/9) pukul 12.00 WIB.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim Satriyo Nurseno mengatakan luas lahan terbakar tersebut merupakan info sementara nan tetap bisa bertambah.
"Luas lahan terbakar 1.888,91 hektarea, info berkembang)," kata Satriyo dalam laporan tertulisnya, Jumat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satriyo melanjutkan, titik api saat ini terkonsentrasi di dua lokasi, ialah Blok Ranukembang, Desa Ranupane, Kecamatan Senduro, tepatnya di wilayah Pos 1 pendakian nan berada di tebing punggungan.
Kemudian di jalur ayak-ayak alias area Ranu Kembang, dan di sisi barat Ranu Kumbolo nan masuk wilayah Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Dari sisi penanganan, BPBD Provinsi Jawa Timur dan BPBD Kabupaten Lumajang terus berkoordinasi dengan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) untuk mempercepat penanganan kebakaran. Tim BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, dan TNBTS juga melanjutkan pemantauan di wilayah Kecamatan Senduro.
Satriyo menjelaskan tim campuran di lapangan bakal terus melakukan pemadaman manual sembari membikin sekat bakar untuk mencegah api menjalar lebih luas.
"Tim campuran bakal melanjutkan pemadaman secara manual serta membikin sekat bakar untuk menghentikan perambatan api dan mencegah kebakaran meluas," ucapnya.
Meski demikian, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama akibat kondisi medan dan cuaca di sekitar titik api.
"Lokasi titik api nan berada pada tebing dengan kemiringan nan sangat terjal dan angin bertiup cukup kencang nan mengakibatkan kebakaran sigap meluas," kata dia.
Selain hambatan medan, upaya pemadaman lewat udara juga tersendat masalah teknis pada armada water bombing nan dikerahkan.
Helikopter PK-DAP sebelumnya sempat melakukan observasi udara dan mencatat tiga titik api di sekitar area Ranu Kumbolo, sekarang tidak dapat beraksi untuk melakukan penyiraman dari udara lantaran mengalami gangguan pada bucket dan sistem kelistrikan.
"Terdapat hambatan pada Bucket Helikopter PK-DAP sehingga tidak dapat melakukan operasi water bombing," ucapnya.
"Helikopter PK-DAP saat ini berada di Lanud Abd Saleh dikarenakan mengalami hambatan pada sistem kelistrikan. Perbaikan sedang dilakukan oleh tim teknis di Lanud Abd Saleh," tambahnya.
Akibat hambatan tersebut, BPBD Jatim berbareng petugas campuran untuk sementara melanjutkan pemadaman secara manual di titik api nan berada di wilayah Pos 1 dan Pos 2 jalur pendakian, dengan kondisi cuaca di letak kejadian saat ini tercatat cerah berawan.
Kebakaran ini bermulai pada Rabu, 26 Agustus 2026 pukul 20.00 WIB, di area Ranu Kembang, sebelah barat Pos 4 jalur pendakian Semeru alias barat Ranu Kumbolo, Desa Ranu Pani, Kecamatan Senduro, dan sejak itu meluas hingga dua titik.
Menyusul kejadian tersebut, TNBTS menghentikan sementara seluruh aktivitas pendakian ke Gunung Semeru sejak 26 Agustus 2026 hingga waktu nan belum ditentukan.
"Taman Nasional Tengger Semeru (TNBTS) menutup sementara seluruh aktivitas pendakian Gunung Semeru mulai 26 Agustus 2026 hingga pemisah waktu nan belum ditentukan."
Hingga saat ini, belum ada laporan korban jiwa maupun luka akibat kebakaran tersebut. Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, di antaranya BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Senduro, Polsek Senduro, petugas TNBTS, petugas Manggala Agni, perangkat kecamatan, hingga relawan.
(frd/fra)
2 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·