Kebakaran Pabrik Pipa di Tangerang Belum Padam, Terkendala Sumber Air

Sedang Trending 3 hari yang lalu

Tangerang, CNN Indonesia --

Kebakaran yang melanda pabrik pipa di Jalan Raya Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, semakin membesar pada Selasa (13/10) malam. Sulitnya sumber air menjadi hambatan petugas dalam melakukan upaya pemadaman.

Petugas pemadam kebakaran (damkar) kesulitan mendapatkan sumber air lantaran sejumlah sumber air di sekitar letak mengering akibat musim kemarau.

Pantauan CNNIndonesia.com di letak pada Selasa malam, api tetap berkobar dahsyat disertai asap hitam pekat nan membumbung ke langit. Sejumlah gedung di area pabrik tampak nyaris seluruhnya ambruk akibat terbakar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Puluhan petugas damkar tetap berjibaku memadamkan api. Kendaraan pemadam kebakaran juga terlihat berlalu-lalang untuk mengambil pasokan air dari sumber terdekat.

Komandan Pos Damkar Legok BPBD Kabupaten Tangerang, Andi Lala, mengatakan petugas mengalami hambatan lantaran susah mendapatkan sumber air di sekitar letak kebakaran.

"Kami kesulitannya dari sumber air nan susah di sekitar sini lantaran saat ini musim tandus jadi sumber air di dekat sini kering," kata Andi di lokasi.

Untuk mengatasi hambatan tersebut, petugas memanfaatkan sumber air dari sebuah waduk di area Perumahan Legok Permai.

BPBD Kabupaten Tangerang juga meminta support armada pemadam kebakaran, terutama kendaraan pemasok air (water supply), dari Kabupaten Bogor, TNI, dan pihak swasta.

Secara keseluruhan, sebanyak 15 armada damkar dikerahkan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api merambat ke gedung di sekitar pabrik.

"Untuk pemadaman disebar ke beberapa titik untuk mencegah perambatan ke gedung sekitar. Total ada 15 armada nan kami kerahkan," ujarnya.

Kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan pada Selasa sore pukul 16.33 WIB. Hingga Selasa malam, api belum sukses dipadamkan.

Petugas juga belum dapat memastikan penyebab kebakaran maupun ada alias tidaknya korban jiwa dan luka-luka lantaran proses penanganan tetap berlangsung.

(dod/dal)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑