Kebakaran Landa Desa Adat Sade, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Sedang Trending 16 menit yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kampung budaya wisata Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kebakaran pada Sabtu (22/8/2026) malam.

Kepala Desa Rambitan Lalu Winakse mengatakan petugas berbareng penduduk tetap melakukan upaya pemadaman setelah kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 Wita.

"Saat ini petugas sedang melakukan pemadaman," kata Lalu Winakse di Lombok Tengah. Demikian dilansir Antara.

Lalu Winakse berbareng penduduk langsung melakukan penanganan setelah menerima info kebakaran. Pihaknya juga berkoordinasi dengan lembaga mengenai untuk memadamkan api dan mengevakuasi penduduk nan tinggal di area rumah budaya Sade.

"Saya sedang di TKP. Sejauh ini saya belum mengetahui penyebab kebakaran," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah Supardan mengatakan pihaknya telah mengerahkan petugas dan mobil pemadam ke lokasi.

"Petugas sudah menuju letak kejadian untuk melaksanakan pemadaman," katanya.

Kebakaran Diduga Akibat Korsleting Listrik

Warga juga menyebut kebakaran diduga disebabkan korsleting listrik. Namun, info tersebut belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang.

Hingga buletin ini ditulis, petugas tetap melakukan pemadaman dan penanganan di lokasi. Belum ada laporan mengenai korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kebakaran juga sempat mengganggu arus lampau lintas kendaraan di Jalan Raya Sengkol-Mandalika. Sejumlah penduduk melaporkan akses jalan terganggu lantaran petugas tetap melakukan pemadaman.

"Semua rumah budaya itu kebakaran semua. Saya belum bisa lewat lantaran petugas tetap melakukan pemadaman," kata penduduk berjulukan Alpokat melalui siaran langsung di media sosial.

Tentang Rumah Adat Sade

Rumah budaya Sade dibangun berasas nilai estetika dan kearifan lokal. Orang sasak mengenal beberapa jenis gedung budaya nan menjadi tempat tinggal dan juga tempat ritual budaya dan ritual keagamaan.

Rumah budaya suku Sasak terbuat dari jerami dan berdinding anyaman bambu (bedek). Lantai dari tanah liat nan dicampur kotoran kerbau dan abu jerami.

Campuran tanah liat dan kotoran kerbau membikin lantai tanah mengeras, sekeras semen. Cara membikin lantai seperti itu sudah diwarisi sejak nenek moyang mereka.

Bahan gedung seperti kayu dan bambu didapatkan dari lingkungan sekitar. Untuk menyambung bagian-bagian kayu, mereka menggunakan paku dari bambu.

Rumah suku Sasak hanya mempunyai satu pintu berukuran sempit dan rendah, tidak mempunyai jendela.

Baca buletin terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita