Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Meluas ke Malang, Batu, dan Mojokerto

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Meluas ke Malang, Batu, dan Mojokerto Kebakaran di area Gunung Arjuno-Welirang.(Dok. UPT Tahura Raden Soerjo)

KEBAKARAN rimba nan melanda area Gunung Arjuno-Welirang dilaporkan semakin meluas hingga memasuki wilayah Kabupaten Malang, Kota Batu, dan Kabupaten Mojokerto pada Selasa (20/10). Titik api nan semula terdeteksi di sisi Kabupaten Pasuruan merambat akibat embusan angin kencang dan aspek alam nan kering.

Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, mengonfirmasi bahwa ekspansi api telah mencapai wilayah aglomerasi Malang Raya. "Titik awal kebakaran berada di Pasuruan dan melebar, sebagian sudah masuk wilayah Kabupaten Malang dan Kota Batu," ujar Agustiningtyas dilansir dari Antara, Selasa (20/10).

Upaya pemadaman telah dilakukan sejak Selasa pagi oleh petugas campuran nan terdiri dari personel Tahura, masyarakat, serta relawan. Petugas menggunakan peralatan manual seperti gebyok dari ranting pohon untuk memadamkan api di letak nan terjangkau. Namun, untuk area nan susah diakses, petugas terpaksa membikin sekat bakar guna memutus jalur perambatan api.

Di wilayah Kabupaten Malang, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD setempat, Sadono Irawan, mengungkapkan telah terdeteksi sebanyak 57 hotspot alias titik panas. Area nan terdampak cukup parah meliputi Bukit Budugasu di Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, serta sabana di Bukit Lincing, Desa Wonorejo, Kecamatan Lawang.

Operasi pemadaman darat di Kabupaten Malang melibatkan sedikitnya 56 petugas campuran dari Polisi Hutan, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga relawan. Selain memadamkan api, tim di lapangan juga melakukan pemotongan pohon tumbang untuk mencegah api menjalar ke area vegetasi nan tetap hijau.

Hingga saat ini, petugas terus melakukan pemantauan berkala dan penjagaan ketat, terutama pada titik-titik bara api nan tetap ditemukan di sepanjang jalur pendakian. Keselamatan petugas dan relawan menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca nan tidak menentu di puncak gunung. (Ant/Z-10)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia
↑