Video nan memperlihatkan tenda acara dipasang di ruas Jalan Provinsi di wilayah Kecamatan Solokanjeruk, Majalaya, Kabupaten Bandung, viral di media sosial pada Jumat (5/6/2026). Akibatnya, ruas jalan tersebut tidak bisa dilalui pengendara.
Dalam video nan direkam seorang pengendara di lokasi, tampak tenda acara itu menutup satu ruas jalan. Pengendara hanya bisa melintas dengan langkah melawan arus di ruas jalan di sebelahnya.
Video tersebut sampai ke Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias nan biasa disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM). Ia pun menyesalkan perilaku penduduk tersebut.
"Coba, ini siapa nan acara menggunakan jalan provinsi di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Jalannya ditutup dan kemudian tanpa izin menggunakan jalan raya provinsi untuk acara kepentingan pribadi. Untuk itu, saya minta nan punya rencana untuk menghentikan kegiatannya lantaran Anda sudah melakukan pelanggaran," demikian pernyataan Dedi dalam video nan diunggah di akun IG pribadinya @dedimulyadi71.
Dedi juga meminta lembaga mengenai untuk segera turun tangan menyelesaikan persoalan tersebut.
"Dan nan berikutnya adalah saya minta Satpol PP, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala PU untuk segera berjumpa dengan nan mempunyai acara dan membongkar. Saya ucapkan terima kasih atas perhatiannya," lanjutnya.
Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Solokanjeruk langsung melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak family nan menggelar acara pada Jumat malam sekitar pukul 18.45 WIB.
Kapolsek Solokanjeruk, IPTU Fathan Malisi, menjelaskan pihaknya menerima info mengenai video viral pemasangan tenda acara nan berdiri di badan Jalan Provinsi dan berpotensi menimbulkan kemacetan maupun gangguan keselamatan bagi pengguna jalan.
"Forkopimcam menerima info adanya video viral di media sosial mengenai pemasangan tenda acara nan berdiri di badan Jalan Provinsi sehingga mempersempit ruang mobilitas kendaraan dan berpotensi menimbulkan kemacetan serta gangguan keselamatan pengguna jalan," kata Fathan dalam laporannya.
Forkopimcam kemudian melakukan pendekatan secara persuasif kepada pihak family nan bakal melaksanakan hajatan. Dalam pertemuan tersebut, abdi negara memberikan pemahaman mengenai akibat penggunaan badan jalan untuk kepentingan pribadi serta pentingnya menjaga keselamatan dan kelancaran lampau lintas.
Setelah dilakukan musyawarah, pihak family acara menerima masukan nan diberikan dan bersedia memindahkan tenda ke letak lain nan tidak mengganggu pengguna jalan.
"Setelah dilakukan musyawarah dan diberikan pemahaman, pihak family rencana menerima serta bersedia memindahkan tenda ke letak nan tidak mengganggu pengguna jalan," ujar Fathan.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·