KDM: Jangan Takut Lawan Pengedar Tramadol, Negara Harus Menang

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi usai menghadiri Rapat Koordinasi Program Pencegahan Korupsi Monitoring Controlling For Surveilance (MCSP) di Kantor BPSDM Jawa Barat, Selasa (4/7/2026). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparan

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menegaskan perang terhadap peredaran obat keras tertentu (OKT), termasuk Tramadol, kudu dilakukan secara menyeluruh hingga tingkat desa dan kelurahan.

Dedi meminta masyarakat tidak hidup dalam ketakutan akibat ulah para pengedar obat ilegal. Menurutnya, negara kudu datang dan menang dalam memberantas peredaran obat-obatan terlarang.

"Itu kudu dilawan. Kan enggak boleh lagi dibiarkan. Masa banyak orang takut oleh orang nan jualan Tramadol? Kan asing begitu," kata Dedi usai menghadiri Rapat Paripurna Kesepakatan Bersama antara Gubernur dan DPRD Jawa Barat mengenai Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027 di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Rabu (5/8).

Menurutnya, pemerintah berbareng abdi negara penegak norma bakal memperkuat langkah pemberantasan dengan melibatkan seluruh unsur keamanan hingga tingkat bawah.

"Saya kelak hari Jumat dengan Pak Kapolda bakal berkoordinasi, dan kemudian gerakannya sampai desa dan kelurahan," ujarnya.

Dedi menjelaskan pemerintah bakal mengoptimalkan peran Babinsa dan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pengawasan di wilayah masing-masing. Dengan keterlibatan abdi negara hingga tingkat desa, dia meyakini peredaran Tramadol dapat ditekan secara efektif.

"Kita fungsikan saja Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk operasi di daerahnya masing-masing. Tidak boleh ada rasa takut lagi. Masa penjahat membikin rasa takut penduduk secara umum di wilayahnya?" tegasnya.

Dedi membandingkan penanganan peredaran Tramadol dengan upaya pemberantasan pemalak nan dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan hasil positif di Jawa Barat.

Menurutnya, keberhasilan menekan tindakan pemalak berasal dari keberanian abdi negara dan masyarakat dalam melawan pelaku kejahatan.

"Dulu pemalak waktu awalnya juga menimbulkan rasa takut, hari ini kan lenyap rasa takutnya. Mereka juga sudah mulai berkurang," katanya.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan