Kawasan IKN Diselimuti Asap Karhutla, Indeks Nyatakan Tidak Sehat

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Kawasan IKN Diselimuti Asap Karhutla, Indeks Nyatakan Tidak Sehat Istana negara alias Istana Garuda di IKN nampak tertutup asap Karhutla(MI/ERVAN MASBANJAR)

ASAP akibat kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) selama dua hari terakhir yakni, Rabu (16/9) dan Kamis (17/9) mulai nampak secara visual dan telah menyelimuti Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN) serta wilayah sekitarnya di Kecamatan Sepaku dan sebagian di Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim).

Berdasarkan penilaian nan dikeluarkan oleh aplikasi Satu OIKN, kualitas udara di area KIPP IKN dan sekitarnya  mempunyai Indeks Standar Pencemaran Udara alias ISPU rata-rata mencapai 160 alias tidak sehat.

Sementara itu, Otorita IKN melalui WA group Kota Cerdas Nusantara telah mengeluarkan himbauan tentang kualitas udara tersebut. Dinyatakan, kualitas udara di KIPP saat ini berada pada kategori tidak sehat berasas pemantauan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

Sehingga untuk mengurangi akibat paparan, seluruh pegawai dan masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, mengurangi aktivitas bentuk berat dan berkepanjangan di luar ruangan.

Serta membatasi aktivitas di luar ruangan, terutama bagi anak-anak, lansia, ibu hamil, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan. Selain itu dihimbau untuk tetap pantau kondisi kualitas udara dan jaga kesehatan selama beraktivitas.

Yudi seorang pekerja di sekitar area gedung Kementerian Koordinator 1 mengaku hari ini asap terlihat sedikit lebih tebal dibandingkan kemarin, selain itu aroma asap sudah tercium dan tenggorokan dan mata terasa perih. Sehingga untuk menjaga diri selama aktivitas di luar gedung dirinya kudu menggunakan masker.

“Hari lumayan tebal asapnya, tetapi tetap belum menimbulkan gangguan jarak pandang. Asap itu juga menimbulkan aroma dan mata menjadi perih.Saya pun memakai masker ketika di luar gedung,” tukasnya.

Senada dengannya seorang pengujung IKN bernama, Anisa mengaku tenggorokan terasa perih tetapi mata belum terdampak.

“Sekarang jika mau ke IKN kudu siap masker dan kacamata akibat asap tersebut,” ungkapnya.

Seorang petugas Pemadam Kebakaran Otorita IKN, Ardi menuturkan, asap ini merupakan kiriman dari luar area IKN di Kecamatan Sepaku, pasalnya sejumlah titik Karhutla di sekitar IKN Sepaku sudah dipadamkan.

”Asap ini kiriman dari wilayah lain, di mana angin mengarah ke area KIPP IKN,” pungkas. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia