Tim Okezone
, Jurnalis-Rabu, 02 September 2026 |17:13 WIB

Anggota Komisi A DPRK Teluk Bintuni, Daniel Dudung (foto: dok ist)
TELUK BINTUNI - Pendidikan bukan sekadar soal besarnya anggaran, tetapi juga gimana pemerintah memastikan pembimbing dan tenaga pendidik mendapat support nan layak dalam menjalankan tugasnya. Penguatan anggaran pendidikan dan kesejahteraan pendidik menjadi dua perihal nan terus menjadi perhatian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Legislator Partai Perindo, Daniel Dudung, menilai keberpihakan terhadap pendidikan kudu terlihat dalam kebijakan anggaran. Pemerintah wilayah perlu memastikan alokasi pendidikan tetap memadai untuk menjawab kebutuhan sektor tersebut sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
"Saya terus beri masukan tentang pendidikan. Saya sampaikan kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, terutama jika bisa biaya pendidikan jangan kurang dari 20 persen," ujar personil Komisi A DPRK Teluk Bintuni dari Daerah Pemilihan Teluk Bintuni 1 itu, Rabu (2/9/2026).
Dia mengapresiasi alokasi anggaran pendidikan Teluk Bintuni pada 2026 nan mencapai sekitar 30 persen. Menurutnya, besarnya alokasi tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah wilayah terhadap sektor pendidikan.
"Kalau tidak salah, tahun 2026 ini mungkin lebih daripada 20 persen, sekitar 30 persen. Kita berikan tepuk tangan untuk pemerintah daerah," katanya.
Namun, bagi Daniel, support terhadap pendidikan tidak cukup hanya dilihat dari besaran anggaran. Kesejahteraan tenaga pendidik juga perlu mendapat perhatian lantaran pembimbing merupakan bagian krusial dalam menentukan kualitas pendidikan, terlebih bagi mereka nan bekerja jauh dari pusat kota.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·