Katak Australia Ini Bisa Berubah Warna dari Biru ke Hijau

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
Katak Australia Ini Bisa Berubah Warna dari Biru ke Hijau Kilauan warna-warni di seluruh jaringan kulit paha bagian dalam katak lonceng hijau dan emas dewasa, Ranoidea aurea. Setiap pasangan gambar menunjukkan perseorangan nan sama nan difoto dari perspektif pandang nan berbeda, termasuk (a) foto jarak jauh nan menunj(Austral Ecology)

BIRU merupakan salah satu warna paling langka di alam. Peneliti sekarang menemukan salah satu amfibi terkenal Australia, katak bel emas (Ranoidea aurea), mempunyai bagian kulit unik nan dapat berubah warna dari biru ke hijau tergantung dari perspektif mana kulit tersebut dilihat.

Doktor John Gould, seorang biolog konservasi dari University of Newcastle (UON), mengabadikan pengaruh nan dikenal sebagai iridesensi (iridescence) ini menggunakan kamera ponsel dan lampu kepala saat mengawasi tiga katak dewasa di Pulau Kooragang, New South Wales.

"Iridesensi terjadi ketika warna berubah sesuai dengan perspektif pandang," ujar Gould.

"Dua orang nan berdiri di letak berbeda dapat memandang bagian jaringan nan sama pada saat nan sama dan memandang warna nan berbeda. Ini adalah pengaruh optik nan luar biasa, namun sangat jarang didokumentasikan pada amfibi," tambahnya.

Pengamatan menunjukkan bahwa bagian paha dalam katak ini menampilkan warna biru samudera pekat hingga biru langit muda saat dilihat secara langsung dari depan. Namun, ketika dilihat dari perspektif miring, kulit nan sama berubah menjadi turquoise, lampau berubah lagi menjadi biru-hijau nan lembut. Sementara itu, bagian paha luar dan punggungnya tetap mempertahankan warna hijau kacang polong nan stabil dari perspektif mana pun.

Struktur Mikroskopis Penghasil Warna

Sebagian besar warna biru pada hewan tidak dihasilkan oleh pigmen, melainkan oleh proses pewarnaan struktural (structural coloration). Katak membentuk warna biru dan hijau melalui tumpukan kristal reflektif nan berada di dalam sel kulit unik berjulukan iridophore.

"Kehadiran iridesensi pada katak ini menunjukkan bahwa warna biru tidak hanya dihasilkan melalui pemantulan acak. Sebaliknya, ini mengindikasikan bahwa pelat reflektif nan teratur bertanggung jawab menciptakan warna biru struktural tersebut," jelas Gould.

Warna biru pada paha dalam katak umumnya tersembunyi dan baru terlihat saat katak melompat alias menendangkan kakinya, sebuah trik pertahanan nan disebut flash coloration.

"Paha dalam nan berwarna biru diperkirakan memainkan peran krusial dalam pertahanan melawan predator. Temuan kami menunjukkan bahwa iridesensi dapat meningkatkan sinyal visual tersebut, membuatnya semakin mencolok dan menarik perhatian saat katak bergerak," kata Gould.

Perubahan warna nan sigap di tengah lompatan diyakini dapat mengejutkan predator untuk sementara waktu, memberikan kesempatan bagi katak untuk melarikan diri. Penemuan ini telah dipublikasikan secara resmi dalam jurnal Austral Ecology. (Earth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia