Sutradara movie "Pesta Babi" Dandhy Dwi Laksono buka bunyi usai dilaporkan tokoh wanita budaya asal Merauke, Yasinta Moiwend alias Mama Sinta, ke Polda Metro Jaya soal dugaan penipuan dan pengambilan info pribadi mengenai movie itu.
Dandhy menegaskan, dirinya mendukung Mama Sinta nan memihak tanahnya. Ia memastikan, pihaknya selalu datang dengan identitas nan jelas.
"Saat Mama Yasinta muncul ke publik memihak tanah ulayatnya, kami nan ikut mendukungnya, menampakkan identitas jelas," ucap Dandhy melalui IG @dandhy_laksono, kumparan diizinkan untuk mengutipnya, Selasa (2/6).
"Punya nama, punya wajah, punya lembaga. Kini, Mama Yasinta dimunculkan ke publik oleh mereka nan canggung menunjukkan identitasnya. Tanpa nama, tanpa wajah," tambahnya.
Dandhy pun menduga ada pihak-pihak nan mau mengaburkan narasi movie "Pesta Babi" nan menunjukkan kolonialisme di atas tanah Papua.
"Satu-satunya nan tampak jelas adalah siasat agar kita pelan-pelan kehilangan konsentrasi pada persoalan kolonialisme di Papua," ucap Dandhy.
"Di sinilah, mereka sedang melecehkan logika sehat kita semua," tandasnya.
Dandhy dilaporkan berbareng Ketua LBH Merauke Teddy John Wakum. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/B/3843/V/2026/SPKT/Polda Metro Jaya tertanggal 29 Mei 2026 mengenai dugaan pelanggaran perlindungan info pribadi.
Mama Sinta mengaku kecewa lantaran keterlibatannya dalam movie dokumenter Pesta Babi disebut dilakukan tanpa persetujuan alias izin resmi.
58 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·