Kasus Unsoed Jadi Bahan Evaluasi Jalur Mandiri Perguruan Tinggi

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie mengatakan kasus dugaan suap penerimaan mahasiswa baru di Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) menjadi bahan pertimbangan terhadap sistem penerimaan mahasiswa di perguruan tinggi.

Stella mengatakan, pemerintah perlu memastikan apakah kasus tersebut menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem penerimaan mahasiswa baru.

"Apakah kejadian episodik ini mencerminkan sesuatu nan perlu diperbaiki dari sistem tersebut? Dan jika jawabannya iya, marilah kita beranjak kepada perbaikan sistemnya," ujar Stella di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menurut Stella, pertimbangan juga perlu dilakukan untuk menentukan apakah jalur berdikari memang menjadi sumber persoalan alias justru praktik nan terjadi dalam pelaksanaannya.

"Jangan sampai kita menjadi gali lubang tutup lubang tapi ada lubang nan bocor di tempat nan lain. Karena kita berbincang mengenai sistem," katanya.

Ia menegaskan belum bisa menyimpulkan bahwa jalur berdikari merupakan penyebab persoalan tersebut.

Ia mengatakan, pihaknya tetap perlu memandang secara menyeluruh sistem dan praktik penerimaan mahasiswa baru.

"Saya belum bisa berbincang pada saat ini apakah itu memang jalur mandirinya, tapi nan saya pastikan tadi langkah satu adalah apakah kejadian episodik ini mencerminkan sistem alias kelemahan sistem," ujarnya.

Stella mengatakan pertimbangan terhadap persoalan tersebut sebenarnya bukan baru dilakukan setelah kasus Unsoed mencuat. Inspektorat Jenderal Kemdiktisaintek, kata dia, telah melakukan audit dan pengawasan mengenai perihal tersebut sejak lama.

"Ada, tapi bukan dilakukan sejak sekarang, tapi dilakukan sejak dulu. Salah satu nan utama nan kita audit dan kita lihat terus-menerus bahwa Irjen, Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi adalah mengenai masalah ini dan sudah dilakukan sejak lama," jelasnya.

Menurut Stella, munculnya kasus nan mendapat perhatian publik dapat menjadi momentum untuk kembali memandang potensi kerentanan dalam sistem penerimaan mahasiswa.

"Dengan adanya perbincangan ini adalah sesuatu nan baik. Walaupun ini adalah sesuatu nan negatif, tapi segala sesuatu masukan dan kejadian itu memang kita lihat kembali lagi, apakah ini berfaedah sistemnya rentan?" katanya.

Ia menilai jika sistem dinilai rentan, pemerintah kudu berani melakukan perubahan.

"Menurut saya pribadi, menurut kajian saya, sistem rentan ini memang perlu kita perbaiki dan kita kudu berani mengubah," tegas Stella.

Selain pertimbangan sistem, Kemdiktisaintek juga memberikan penguatan mengenai integritas dan tata kelola perguruan tinggi.

Stella menyebut salah satu agenda Akademi Kepemimpinan Perguruan Tinggi nan berjalan selama lima hari membahas integritas, akuntabilitas, dan transparansi di perguruan tinggi.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita