Nur Khabibi
, Jurnalis-Kamis, 12 Februari 2026 |00:51 WIB

Penampakan duit suap Gubernur Riau Abdul Wahid (foto: Okezone)
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menelusuri aliran duit mengenai kasus dugaan korupsi nan menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid. KPK memeriksa 16 orang saksi, diantaranya Pj. Gubernur Riau, SF. Hariyanto dan Ade Agus Hartanto selaku Bupati Indragiri Hulu, Rabu (11/2/2026).
"Penyidik juga mendalami soal aliran duit mengenai peristiwa tertangkap tangan," kata Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.
Selain itu kata Budi, dalam pemeriksaan tersebut juga didalami perihal perencanaan dan proses pergeseran anggaran.
Adapun, pemeriksaan tersebut dilakukan di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau. Selain dua orang tersebut, saksi lainnya ialah Marjani selaku ADC Gub. Riau Februari 2025-saat ini.
Selanjutnya Sekda Riau Syahrial Abdi, Purnama Irawansyah selaku Plt. Ka Bappeda Prov. Riau, Hatta Said selaku Swasta, Tata Maulana selaku swasta (TA Gub. Riau), Khairil Anwar selaku Ka UPT I, dan Thomas Larfo selaku ASN Pemprov. Riau.
Setelah itu, Fauzan Kurniawan selaku Swasta, Ferry Yunanda selaku Sekdis PUPR Riau, Ardi Irfandi Ka selaku UPT Wil. II Dinas PUPR Riau (ex), Eri Ikhsan selaku Ka UPT Wilayah III Dinas PUPRPKPP Prov. Riau, Ludfi Hardi selaku Ka UPT Wilayah IV Dinas PUPRPKPP Prov. Riau,Basharuddin selaku Ka UPT Wilayah V Dinas PUPRPKPP Prov. Riau, dan Rio Andriadi Putra selaku Ka UPT Wilayah VI Dinas PUPRPKPP Prov. Riau.
5 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·