Kasus Korupsi Rektor Unsoed Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola PTN

Sedang Trending 18 jam yang lalu
Kasus Korupsi Rektor Unsoed Momentum Audit Menyeluruh Tata Kelola PTN Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Akhmad Sodiq (kedua kiri) melangkah menuju mobil tahanan seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Sabtu (22/8/2026) awal hari.(ANTARAM/Risyal Hidayat)

KASUS dugaan korupsi nan menjerat Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Akhmad Sodiq, menjadi sirine keras bagi bumi pendidikan tinggi di Indonesia. Pengamat Pendidikan, Ina Liem, menilai peristiwa ini bukan sekadar persoalan satu kampus, melainkan sinyal mendesak untuk mengevaluasi tata kelola Perguruan Tinggi Negeri (PTN) secara nasional.

Ina menyebut pengungkapan kasus oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sebagai preseden baik untuk membongkar praktik lancung nan selama ini diduga terjadi secara sistemik. Menurutnya, korupsi di sektor pendidikan bukanlah perihal baru, namun jarang tersentuh proses norma secara tuntas.

"Korupsi di bumi pendidikan kita sudah sistemik dan masif, tetapi selama ini relatif sedikit nan betul-betul masuk ke proses hukum," ujar Ina saat dihubungi, Jumat (28/8/2026).

Momentum Audit Menyeluruh

Ina menekankan bahwa pemerintah dan abdi negara penegak norma tidak boleh pasif alias hanya menunggu adanya Operasi Tangkap Tangan (OTT) maupun kasus nan viral di media sosial. Ia mendorong adanya audit menyeluruh terhadap seluruh PTN untuk memastikan kesehatan tata kelola lembaga pendidikan.

Evaluasi tersebut, menurut Ina, kudu mencakup beragam titik rawan nan selama ini menjadi celah terjadinya penyimpangan anggaran maupun wewenang. Beberapa aspek nan disoroti antara lain:

  • Proses penerimaan mahasiswa jalur mandiri.
  • Pengadaan peralatan dan jasa di lingkungan kampus.
  • Pengelolaan biaya support dan biaya hibah.

"Kalau hanya kampus nan kebetulan tertangkap nan diperiksa, kita sedang memberantas kasus. Padahal saya percaya tetap banyak sekali PTN di Indonesia nan perlu diaudit," tegasnya.

Detail Operasi Tangkap Tangan (OTT) Unsoed

Berdasarkan info nan dihimpun, KPK melakukan operasi senyap di dua letak berbeda, ialah Purwokerto dan Jakarta, pada Kamis (20/8/2026). Dalam operasi tersebut, tim interogator mengamankan sejumlah pihak dan peralatan bukti duit tunai senilai ratusan juta rupiah.

Kategori Informasi Detail Data
Waktu Kejadian Kamis, 20 Agustus 2026
Total Pihak Diamankan 14 Orang (12 di Purwokerto, 2 di Jakarta)
Pihak Utama Rektor Unsoed (Akhmad Sodiq)
Barang Bukti Uang tunai ratusan juta rupiah
Dugaan Kasus Suap penerimaan mahasiswa (termasuk Fakultas Kedokteran)

Modus Operandi: Sistem Layering

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa praktik korupsi ini diduga menggunakan sistem layering alias pengondisian berlapis dalam proses penerimaan mahasiswa baru. Modus ini digunakan untuk menyamarkan penerimaan duit agar calon mahasiswa dapat lolos, khususnya di fakultas favorit seperti Kedokteran.

Hingga saat ini, KPK tetap terus melakukan pemeriksaan intensif. Dari 14 orang nan diamankan, sebanyak sembilan orang sekarang tengah menjalani permintaan keterangan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, guna mendalami sejauh mana keterlibatan masing-masing pihak dalam jaringan tersebut.

Bagi Ina Liem, kasus ini menjadi cermin retak nan kudu segera diperbaiki.

"Pertanyaan nan lebih krusial adalah: seberapa sehat tata kelola perguruan tinggi negeri kita?" pungkasnya. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia