Kasus Keracunan MBG Sidoarjo, BGN Ungkap Kelalaian Disengaja

Sedang Trending 1 hari yang lalu

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut terdapat unsur kelalaian nan disengaja oleh dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalitengah sehingga menyebabkan dugaan keracunan pada ratusan siswa di Sidoarjo.

Sudaryono mengatakan, unsur kelalaian tersebut berangkaian dengan proses penyaluran makanan kepada para santri dan siswa.

"Jadi ini berfaedah adalah kelalaian nan disengaja, patokan sudah diberikan, juklak juknis sudah diberikan, langkah sudah diberikan, tapi Anda lalai dalam melaksanakan," kata Sudaryono, dikutip dari unggahan akun IG pribadinya @sudaru_sudaryono, Kamis (3/9/2026).

Dari hasil penelusuran sementara, terdapat sejumlah kebenaran mengenai penyaluran makanan. Makanan nan matang pukul 05.00 WIB semestinya dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB.

Namun, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah disebut memanipulasi laporan dengan mencatat makanan matang pukul 08.00 WIB sehingga pemisah maksimal konsumsi menjadi pukul 10.00 WIB.

"Penelusuran sementara itu makanan matang jam 5 kemudian kudu dikonsumsi sebelum jam 9. Namun, di-labeling itu ditulis dilaporkan jam 8 dan dimakan maksimal jam 10," tutur Sudaryono.

Sudaryono mengungkap kebenaran berikutnya, paket makanan tersebut dibagikan melampaui waktu nan dilaporkan, ialah sekitar pukul 11.40 WIB dan baru dikonsumsi setelah pukul 12.00 WIB.

"Yang menjadi kenyataannya di lapangan itu ompreng nan harusnya dimakan sebelum jam 10 dikirim ke sekolah di atas jam 11.00 jika enggak salah 11.30 apa 11.40, baru dimakan di atas jam 12 oleh para siswa itu sehingga keracunan massal terjadi di sekolah," paparnya.

Selengkapnya
Sumber Liputan6 Berita
Liputan6 Berita