Konferensi pers Pink Pulse Run 2026.(Dok. MI)
TINGGINYA kasus kanker payudara di Indonesia tetap menjadi tantangan besar bagi bumi kesehatan. Salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan rutin, rasa takut untuk diperiksa, hingga keterlambatan dalam mendapatkan penanganan medis.
Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan kerja sama kolektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan payudara, pentingnya deteksi dini melalui Periksa Payudara Sendiri (SADARI), serta pemberian support bagi pasien dan penyintas.
Sebagai bagian dari upaya edukasi, HMI Medical Group berbareng Mahkota Medical Centre dan Regency Specialist Hospital meluncurkan Pink Pulse Run 2026. Kegiatan nan digelar dalam rangka memperingati Pink October ini bekerja sama dengan Yayasan Daya Dara (Love Pink Indonesia).
Bagi HMI Medical Group, Pink October bukan sekadar kampanye tahunan, melainkan momentum untuk mendorong masyarakat mengambil langkah nyata. Melalui Pink Pulse Run, masyarakat diajak lebih terbuka membicarakan kanker payudara, memahami pentingnya pemeriksaan rutin, dan tidak menunda mencari pertolongan medis.
“Tujuan kami adalah mengubah kesadaran menjadi aksi. Kami mau lebih banyak wanita memahami pentingnya penemuan dini, tidak menunda pemeriksaan, dan mengetahui bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi kanker payudara,” ujar Group CEO HMI Medical, Ms. Chin Wei Jia, di Jakarta, Jumat (4/9).
Kolaborasi dengan Love Pink menjadi pilar krusial kampanye tahun ini. Hasil penjualan race pack Pink Pulse Run bakal disalurkan kepada Yayasan Daya Dara untuk mendukung ekspansi akses penemuan kanker tetek melalui jasa pemeriksaan keliling nan dilengkapi akomodasi ultrasonografi (USG) dan tenaga kesehatan profesional.
“Kanker tetek tidak mengenal pemisah negara, begitu pula upaya kita untuk meningkatkan kesadaran dan memberikan support kepada pasien. Kami percaya kerjasama dapat menciptakan akibat nan jauh lebih besar dibandingkan bekerja sendiri,” tambah Chin.
Pentingnya Deteksi Dini tanpa Menunggu Gejala
Pesan mengenai pentingnya pemeriksaan rutin juga ditegaskan oleh Quek Cy, seorang penyintas kanker payudara. Ia menceritakan pengalamannya saat kanker terdeteksi melalui pemeriksaan kesehatan rutin, bukan lantaran adanya keluhan fisik.
“Saya beruntung lantaran kanker saya terdeteksi sejak dini. Namun, saya tidak mau penemuan awal menjadi sekadar masalah keberuntungan. Kami mau membantu lebih banyak wanita mendapatkan kesempatan nan sama,” kata Quek.
Ia menekankan bahwa seseorang tidak perlu menunggu munculnya indikasi alias rasa sakit untuk melakukan pemeriksaan. “Anda tidak kudu merasa sakit untuk melakukan pemeriksaan. Saya merasa baik-baik saja, tetapi pemeriksaan menemukan adanya kanker. Karena ditemukan sejak dini, saya mempunyai kesempatan untuk segera mendapatkan penanganan,” jelasnya.
Menurut Quek, teknologi medis, sumber daya manusia, dan kesiapan obat saat ini sudah sangat mumpuni untuk menangani kanker payudara. Masalah utamanya adalah tetap banyak pasien nan terlambat datang ke dokter.
“Jika penemuan dilakukan pada stadium awal, tingkat kesembuhan kanker tetek adalah nan paling tinggi dibandingkan jenis kanker lainnya. Maka, tindakan utamanya adalah penemuan awal,” tegas Quek.
Melalui inisiatif Pink Pulse Run, HMI Medical Group berambisi pemeriksaan kesehatan tetek dapat menjadi bagian dari rutinitas kesehatan perempuan, bukan hanya dilakukan saat muncul keluhan. Kesehatan tetek adalah komitmen sepanjang tahun, melampaui bulan kampanye di bulan Oktober. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·