Ilustrasi(Antara)
DINAS Kesehatan Kota Pekanbaru mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga dua kali lipat di tengah musibah kabut asap akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau, Kamis (3/9). Rata-rata kasus harian nan sebelumnya berada di nomor 100 pasien per hari, sekarang melonjak drastis hingga menyentuh kisaran 300 kasus setiap harinya.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, mengonfirmasi lonjakan tersebut.
Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman paparan kabut asap kebakaran rimba dan lahan (karhutla) mengingat kualitas udara setempat nan tetap berfluktuasi.
"Ada peningkatan kasus ISPA, dua kali lipat peningkatan kita hitung rata-ratanya per hari," kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Kamis (3/9/).
Berdasarkan info Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, sebanyak 706 penduduk terkonfirmasi menderita ISPA sepanjang berstatus masa tanggap darurat Karhutla. Jumlah tersebut menjadikan ISPA sebagai gangguan kesehatan mendominasi nan paling banyak menginfeksi penduduk setempat.
Selain gangguan pernapasan, penurunan kualitas udara akibat asap Karhutla juga memicu timbulnya beragam keluhan kesehatan bentuk lainnya pada warga. Pihak dinas kesehatan mencatat adanya belasan hingga puluhan kasus iritasi kulit, asma, konjungtivitis, dan pneumonia.
"Dari info tersebut, didapati pula, penduduk bukan hanya terkena ISPA lantaran kualitas udara nan memburuk akibat kebakaran lahan. Namun ada juga nan mengalami iritasi kulit," ujarnya.
Secara keseluruhan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menegaskan bahwa lonjakan beragam komplikasi penyakit tersebut berbanding lurus dengan paparan kabut asap Karhutla.
Pihaknya terus memantau perkembangan kesehatan masyarakat dan menyiagakan akomodasi pelayanan kesehatan di seluruh wilayah kota Pekanbaru.
"Jumlah penduduk nan terkena iritasi kulit sebanyak 33 orang. Ada juga nan mengalami asma sebanyak 23 orang. Ada juga penduduk nan mengalami pneumonia sebanyak lima orang. Lalu ada juga nan mengalami konjungtivitis alias mata merah sebanyak 15 orang," pungkasnya.(RK/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·