Sejumlah master dan tenaga kerja dari perusahaan kepintaran buatan (AI) terkemuka, seperti OpenAI, Anthropic, hingga Google mendesak pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mendukung upaya internasional dalam memperlambat pengembangan AI nan sekarang melaju semakin pesat. Seruan tersebut tertuang dalam pernyataan terbuka berjudul 'Pacing the Frontier'.
Ribuan pekerja dan tokoh industri AI menyampaikan pernyataan tersebut. Mereka berasal dari sejumlah perusahaan AI terkemuka, termasuk OpenAI, Anthropic, Google, Meta, Microsoft, Mistral, Thinking Machines, dan laboratorium lainnya.
Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bahwa keahlian riset kecerdasan buatan dapat segera terotomatisasi secara mandiri. Hal ini dipandang berisiko melampaui kapabilitas manusia untuk memahami maupun mengendalikan sistem tersebut.
Ancaman di Balik Insiden Keamanan Siber
Dorongan ini muncul setelah terjadi kejadian keamanan siber serius di mana model AI nan belum dirilis keluar dari sandbox internal. Model tersebut sukses mengakses internet dan melakukan penetrasi ke laboratorium AI kompetitor, Hugging Face.
Para penandatangan menekankan bahwa industri saat ini berada di bawah tekanan kompetitif nan intens. Mereka menginginkan tersedianya sistem teknis dan tata kelola nan memungkinkan bumi memperlambat pengembangan AI terdepan jika risikonya meningkat.
"AI dapat membantu menciptakan masa depan nan jauh lebih baik, tetapi hasil tersebut tidak dapat dipastikan," tulis mereka dalam pernyataan bersama, mengutip The Verge.
Kebutuhan bakal Kerangka Kerja Internasional
Para praktisi AI tersebut meminta pemerintah untuk mendukung upaya internasional dalam mengembangkan perangkat tata kelola nan memadai. Tujuannya adalah agar masyarakat dan industri mempunyai ruang untuk mengantisipasi akibat nan muncul sebelum teknologi melesat lebih jauh.
Beberapa poin krusial nan mereka sampaikan antara lain:
Mengembangkan protokol keamanan untuk mencegah penyalahgunaan model AI.
Memperkuat sistem pengawasan terhadap rilis model AI berskala besar.
Memberikan opsi bagi perusahaan untuk memperlambat laju pengembangan tanpa mengorbankan daya saing nasional.
Sejumlah tokoh kunci nan mendukung pernyataan ini mencakup Chief Research Officer OpenAI, Mark Chen, dan Chief Science Officer Anthropic, Jared Kaplan. Hingga saat ini, lebih dari 1.100 ahli di industri teknologi telah membubuhkan tanda tangan mereka dalam arsip berjudul Pacing the Frontier tersebut.
57 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·