
Kebakaran Hutan (foto: BNPB)
JAKARTA - Dampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia telah memicu 13.449 kasus jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA) hingga 27 Agustus 2026. Untuk memperkuat penanganan kesehatan di wilayah terdampak, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI memobilisasi 848 tenaga kesehatan di tujuh provinsi terdampak karhutla.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan, karhutla tidak hanya berakibat terhadap lingkungan, tetapi juga menimbulkan beragam gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat.
“Karhutla tidak hanya berakibat terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menimbulkan beragam gangguan kesehatan, terutama akibat paparan asap dan partikulat. Karena itu, kita perlu memastikan masyarakat terlindungi dan pelayanan kesehatan tetap siap,” ujar Dante, Sabtu (29/8/2026).
Berdasarkan Situation Report Kemenkes per 27 Agustus 2026, karhutla berakibat pada tujuh provinsi, ialah Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Jambi, Riau, dan Sumatera Selatan. Total masyarakat terdampak mencapai 10.674.201 orang.
Dari jumlah tersebut, tercatat 123 orang mengalami luka berat alias menjalani rawat inap dan dua orang mengalami luka ringan alias menjalani rawat jalan. Hingga laporan diperbarui, tidak tercatat korban meninggal bumi maupun pengungsi akibat karhutla.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·