Karhutla Kalimantan, Anggota DPR Minta Status Darurat Segera Dievaluasi

Sedang Trending 14 menit yang lalu
Jakarta -

Anggota Komisi VIII DPR Hetifah Sjaifudian mengaku prihatin atas peristiwa kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di wilayah Kalimantan. Dia meminta pemerintah segera mengevaluasi status kedaruratan karhutla.

Anggota Dewan dapil Kaltim ini mengatakan di Kalimantan Timur, saat ini berasas info BPBD sudah ada 413 titik karhutla, dengan luas wilayah terbakar mencapai 936,95 hektar. Dia mengatakan jarak pandang pun menjadi terbatas.

"Ketika asap sudah menurunkan kualitas udara, membatasi jarak pandang, dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat, maka persoalannya bukan lagi hanya pemadaman kebakaran, tetapi sudah menyangkut perlindungan kesehatan dan keselamatan masyarakat," kata Hetifah kepada wartawan, Sabtu (22/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hetifah mendorong pemerintah wilayah berbareng BPBD, BNPB, BMKG, serta lembaga mengenai segera mengevaluasi kondisi di lapangan. Dia mendesak agar tak menunggu kondisi memburuk.

"Segera mengevaluasi apakah kondisi saat ini sudah memenuhi parameter untuk peningkatan status kedaruratan. Jangan menunggu situasi memburuk," ujarnya.

"Status tersebut tentu kudu ditetapkan berasas info dan tingkat ancaman, tetapi prinsipnya adalah lebih baik meningkatkan kesiapsiagaan lebih awal daripada terlambat merespons ketika dampaknya sudah meluas," sambungnya.

Hetifah juga meminta pemerintah wilayah dan dinas pendidikan menyiapkan protokol unik untuk sekolah saat kualitas udara masuk kategori tidak sehat alias berbahaya. Menurutnya, keselamatan anak kudu menjadi pertimbangan utama.

"Aktivitas luar ruang kudu dibatasi, masker nan sesuai perlu tersedia, dan sekolah kudu terus memantau kualitas udara. Pembelajaran jarak jauh dapat diberlakukan sementara di wilayah nan kualitas udaranya sudah membahayakan kesehatan," ujarnya.

Namun, dia mengatakan pembelajaran jarak jauh tak perlu diterapkan seragam di seluruh Kaltim. Hal itu, berjuntai pada kualitas udara masing-masing wilayah.

Politikus Golkar ini juga meminta akomodasi kesehatan disiagakan untuk mengantisipasi peningkatan gangguan pernapasan. Dia mengatakan perhatian unik perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan golongan rentan lainnya.

"Saya juga meminta akomodasi kesehatan disiagakan, terutama untuk mengantisipasi peningkatan gangguan pernapasan, dengan perhatian unik kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, dan golongan rentan," paparnya.

Dia mendorong upaya pemadaman dan pencegahan karhutla diperkuat. Setiap titik panas (hotspot) kudu segera diverifikasi dan ditangani.

"Pemadaman dan pencegahan kudu diperkuat. Setiap hotspot kudu sigap diverifikasi dan ditangani. Kita tetap menghadapi periode kering, sehingga pemerintah kudu menyiapkan skenario bukan hanya untuk memadamkan api hari ini, tetapi juga mencegah kebakaran berulang dan melindungi masyarakat selama periode akibat karhutla ini," tuturnya.

Dilansir detikKalimantan, Jumat (21/8/2026), info BPBD Kaltim per Rabu (19/8) menunjukkan Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar tertinggi, ialah 269,34 hektare dari 70 titik kejadian. Sementara itu, jumlah titik karhutla terbanyak tercatat di Kabupaten Paser dengan 85 titik, disusul Kota Samarinda dengan 75 titik dan Kutai Barat dengan 70 titik.

Plh Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kaltim, Sugeng Priyanto, mengatakan karhutla saat ini melanda sejumlah kabupaten dan kota di Kaltim, terutama di wilayah kabupaten nan tergolong luas seperti Berau, Kutai Timur (Kutim), dan Kutai Kartanegara (Kukar).

"Yang dominan alias tinggi sementara ini kami pantau berada di wilayah Berau, Kutim, dan Kukar," kata Sugeng saat diwawancarai detikKalimantan, Kamis (20/8).

(amw/dhn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News