Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat di wilayah terdampak kebakaran rimba dan lahan (karhutla) di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, untuk menggunakan masker dan memantau kualitas udara.
Imbauan tersebut disampaikan Budi di sela agenda penyelenggaraan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TB) di SMA A. Wahid Hasyim Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, Jawa Timur, Kamis (20/8).
Budi menjelaskan, asap karhutla membawa partikel lembut PM2.5 (particulate matter) nan dapat mengganggu paru-paru dan sistem pernapasan. PM2.5 adalah partikel udara sangat lembut berukuran kurang dari 2.5 mikrometer nan berasal dari asap pembakaran.
“Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2.5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita, banyak penyakit pernapasan seperti jangkitan saluran pernapasan akut (ISPA),” jelas Budi.
Menurut dia, penggunaan masker menjadi salah satu langkah sederhana untuk mencegah akibat paparan asap karhutla.
“Cara nan paling mudah adalah pakai masker. Kita sudah biasa waktu Covid. Secara paling mudah mencegahnya adalah begitu kita lihat kebakaran hutan, bisa terlihat langitnya nggak biru kayak gini, pasti gelap. Itu lebih baik pakai masker,” jelasnya.
Budi juga meminta masyarakat memantau kualitas udara melalui aplikasi nan menyediakan parameter kualitas udara.
“Dan sekarang banyak parameter kita bisa lihat di apps, kualitas udaranya. Kita bisa lihat dan paling mudah, sekali lagi, pakai masker,” pungkas Budi.
50 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·