Karhutla Ciamis Hanguskan 27 Hektare Lahan, Petugas Terkendala Air Menyusut

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Karhutla Ciamis Hanguskan 27 Hektare Lahan, Petugas Terkendala Air Menyusut BPBD Ciamis, Damkar, TNI, Polri, serta relawan melakukan upaya pemadaman rimba dan lahan (karhutla).(Dok Pusdalops Ciamis)

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis berbareng tim campuran dari Damkar, TNI, Polri, dan relawan terus berjibaku menangani kebakaran rimba dan lahan (karhutla) nan meluas di wilayah tersebut. Hingga saat ini, tercatat sebanyak 27,66 hektare lahan gosong terbakar akibat tandus panjang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, mengungkapkan bahwa karhutla telah terjadi di 33 dusun dan 28 desa nan tersebar di 16 kecamatan. Secara total, terdapat 34 kejadian kebakaran nan sukses dikendalikan oleh petugas di lapangan.

"Berdasarkan data, kebakaran mencakup lahan produktif seluas 27,66 hektare, rimba 9,8 hektare, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) 0,4 hektare, dan Tempat Pemakaman Umum (TPU) 0,1 hektare," ujar Ani Supiani, Kamis (3/9/2026).

Ani menjelaskan, penyebab kebakaran diduga kuat berasal dari aktivitas pembakaran sampah nan merembet ke lahan kering serta puntung rokok nan dibuang sembarangan. Salah satu titik penanganan nan cukup berat berada di Dusun Pasir Ipis, Kecamatan Banjaranyar.

Petugas di lapangan menghadapi tantangan besar akibat kejadian El Nino nan menyebabkan sumber air dan aliran sungai menyusut drastis. Kondisi ini menyulitkan proses pemadaman, meski akhirnya api tetap dapat dikendalikan melalui koordinasi antar-institusi.

"Kami terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat. Mengingat kejadian El Nino membikin lahan sangat kering dan mudah terbakar, kami meminta penduduk untuk tidak membakar sampah sembarangan maupun membuang puntung rokok," tegasnya.

Kendala Serupa di Kota Tasikmalaya

Kondisi serupa juga dilaporkan terjadi di Kota Tasikmalaya. Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Budi Martanova, menyebut bahwa menyusutnya aliran sungai menjadi hambatan utama personel Damkar dalam memadamkan api di lahan kosong.

Berdasarkan info BPBD Kota Tasikmalaya, tercatat sekitar 3 hektare lahan gosong terbakar. Selain hambatan teknis air, aspek kesehatan personel juga menjadi perhatian serius.

"Dalam satu minggu terakhir, beberapa personil jatuh sakit seperti batuk, flu, hingga kelelahan setelah mengendalikan kobaran api. Petugas wajib menggunakan perangkat pelindung diri lantaran paparan asap sangat berisiko menyebabkan ISPA," pungkas Budi. (I-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia