Ilustrasi(MI/Rudi Kurniawansyah)
KEBAKARAN rimba dan lahan (Karhutla) nan beberapa bulan terakhir kerap melanda wilayah utara Sumatra seperti Riau, Sumatra Utara, dan Aceh saat ini lebih banyak terjadi wilayah selatan Sumatra seperti Jambi dan Sumatra Selatan (Sumsel).
“Riau aman. Karhutla bergerak ke selatan ialah Jambi-Sumsel,” kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia, Rabu (29/7).
Ia menjelaskan, saat ini tim Manggala Agni tetap berjibaku di sejumlah wilayah nan dilanda Karhutla di Jambi dan Sumsel. Bahkan dalam sehari, operasi penanganan Karhutla di wilayah Sumsel bisa sebanyak enam peristiwa.
“Sehari bisa enam penanganan di Sumsel,” tegasnya.
Ia juga menyoroti, hasil rapat istana mengenai Karhutla dengan rencana bakal menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) alias hujan buatan nan bakal dilaksanakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada sejumlah wilayah dilanda Karhutla. Ia berambisi rencana itu tidak hanya sekadar menjadi bancakan untuk menjalankan proyek-proyek baru semata.
“Semoga tidak menjadi proyek-proyek baru nan ajaib,” tukasnya.
Sementara itu, dari hasil pantauan terakhir satelit diketahui terpantau sebanyak 406 titik panas alias hotspot di Sumatra dengan didominasi di wilayah Sumsel sebanyak 162 titik panas. Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru Deby C menyebut selain Sumsel, Aceh juga terpantau mempunyai 70 titik panas, kemudian Sumatra Barat (Sumbar) sebanyak 57 titik panas, Jambi sebanyak 33 titik panas, Bengkulu sebanyak 28 titik panas, Lampung sebanyak 26 titik panas, Bangka Belitung (Babel) sebanyak 22 titik panas, Riau sebanyak tujuh titik panas, dan Sumatra Utara (Sumut) sebanyak satu titik panas.
“Sebanyak tujuh titik panas di Riau terpantau di Kota Dumai sebanyak tiga titik. Kemudian Kabupaten Kampar, Bengkalis, Kuantan Singingi (Kuansing) dan Indragiri Hilir (Inhil) dengan masing-masing satu titik panas,” jelasnya.
Ia mengungkapkan, kesempatan hujan tetap terdapat di beberapa wilayah di Riau. Karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada malam hingga awal hari.
“Serta menghindari aktivitas pembakaran lahan nan dapat memicu Karhutla," pungkasnya.(RK/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·