Sudaryono Siapkan Sistem IT MBG, Pantau Proses Dapur-Distribusi Makanan ke Anak

Sedang Trending 53 menit yang lalu
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers mengenai penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengatakan pihaknya menyiapkan sistem teknologi info (IT) untuk memantau penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara menyeluruh, mulai dari proses pengolahan makanan di dapur hingga diterima dan dikonsumsi oleh para penerima manfaat.

Sudaryono mengatakan terdapat tiga persoalan utama nan menjadi konsentrasi pembenahan BGN. Pertama, penanganan dugaan pelanggaran dan tindak korupsi dalam penyelenggaraan program.

"Kita mengakui adanya tindakan pelanggaran dan tindakan koruptif nan selama ini sekarang ini sedang ditahan oleh penegak norma melalui Kejaksaan. Kita menyerahkan sepenuhnya kepada penegak norma dan kami memberikan akses seluas-luasnya. Apa pun support info dan lain-lain jika diperlukan oleh penegak norma kami bakal berikan," kata Sudaryono di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (29/7).

Persoalan kedua, lanjut Sudaryono, berangkaian dengan kualitas operasional di setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) nan sangat berjuntai pada kepala dapur.

"Hasil kualitas kerja ini sangat ditentukan oleh Kepala Dapur, nan namanya SPPI, Kepala SPPG alias Kepala Dapur, nan memastikan masakannya bagus, menunya bagus, dibelanjakan dengan kualitas bahan baku nan baik, kemudian distribusinya dengan baik dan diterima dengan baik," ujarnya.

Menurut Sudaryono, bottleneck penyelenggaraan MBG berada di tingkat kepala SPPG alias kepala dapur. Karena itu, BGN bakal memperkuat sistem pengawasan melalui teknologi.

"Bottleneck ada pada Kepala SPPG alias Kepala Dapur. Maka kami punya prinsip trust is good, control is better. Jadi kita tidak bisa hanya percaya saja, tapi kita gimana memonitor semua aktivitas di dapur itu by system," katanya.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Tegal Gundil, Bogor Utara, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026) awal hari. Foto: Kevin Daniel/kumparan

Ia menjelaskan sistem IT nan sedang dibangun bakal mencatat seluruh tahapan proses penyediaan makanan secara rinci.

"Kami sudah membangun sistem IT-nya. Bagaimana memastikan dari mulai nyacah kol sampai dengan dimasak. Dimasak berapa lama, suhunya berapa. Kemudian matang berapa, didinginkan sekian lama, kemudian dibungkus, kemudian di-deliver berapa lama, diterima jam berapa, dimakan jam berapa, selesai makan jam berapa, dibawa omprengnya pulang ke dapur, dicuci bersih, selesai jam berapa. Jadi ada log-log seperti ini," jelasnya.

Tak hanya proses produksi dan pengedaran makanan, sistem tersebut juga bakal memantau proses pengadaan bahan baku.

"Termasuk pembelanjaan bahan baku itu juga nanti. Jadi intinya memastikan bahwa kita tidak bisa hanya bilang ini aturannya, kau ikuti, kemudian kita tidak ada kontrolnya. Maka kontrolnya adalah dengan menggunakan sistem. Jadi kita mau memastikan bahwa semua dapur melaksanakan SOP," tutup Sudaryono.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan