Bekasi, CNBC Indonesia - Sore hari ini menjadi momen serah terima kedudukan Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) dari pejabat sebelumnya, Sahat Manaor Panggabean, kepada Abdul Kadir Karding
Dalam sambutan perdananya sebagai Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding langsung menekankan satu perihal utama kepada seluruh jajarannya: integritas. Ia menyebut pesan tersebut sejalan dengan pengarahan Presiden Prabowo Subianto.
"Kita juga kudu selalu mengingat dan mempedomani perintah Bapak Presiden Prabowo untuk selalu menjunjung tinggi integritas. Ini penting," ujar Karding dalam sambutannya dalam aktivitas Serah Terima Jabatan di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026).
Karding secara terbuka mengakui sektor karantina merupakan area nan sangat rawan praktik penyimpangan. Ia apalagi menyebut banyak celah nan bisa dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi jika integritas tidak dijaga.
"Saya mengerti Badan Karantina ini banyak bujukan setan terkutuk. Benar-benar nan serius ini. Semua-semuanya bisa dikelola jadi uang, jadi gratifikasi. Bisa ini. Karena selain manusia, dia menjadi kewenangannya dia. Dan itu menyangkut izin keluar masuk, sertifikat, macam-macam, rekomendasi," katanya.
Ia menilai, tanpa komitmen kuat dari seluruh lini, mulai dari ketua hingga petugas lapangan, tujuan besar lembaga bakal susah tercapai.
"Itu jika kita tidak menjaga integritas kita, mulai dari kepala sampai ujung tombak di lapangan, maka cita-cita nan kita sampaikan ini percuma kita bicara," tegas dia.
Foto: Kepala Badan Karantina Nasional (Barantin) Abdul Kadir Karding saat memberikan sambutan dalam aktivitas Serah Terima Jabatan di Auditorium Tagor Sutan Harahap BUTTMKHIT, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). (CNBC Indonesia?Martayasi Rizky)
Karding pun secara unik meminta seluruh pegawai Barantin, nan berjumlah 5.512 orang, untuk menjadikan integritas sebagai prinsip utama dalam bekerja.
"Saya minta tolong kepada teman-teman tim nan jumlahnya 5.512 orang, saya minta tolong betul, paling utama dalam prinsip kita berorganisasi di Barantin ini adalah jaga integritas," kata Karding.
Lebih lanjut, dia juga menegaskan tidak mau ada praktik 'cari muka' alias pemberian bingkisan kepada pimpinan. Menurutnya, profesionalisme adalah satu-satunya perihal nan bakal dinilai.
"Saya minta tolong, nggak perlu datang ke saya kirim macam-macam, nggak perlu. Saya alhamdulillah jadi personil legislatif sudah lima periode, sudah pernah jadi menteri, dan sekarang jadi kepala badan. Insya Allah kebutuhan hidup saya dan anak-anak saya sudah selesai," ungkapnya.
"Jadi jika teman-teman mau carmuk alias dekat-dekat dengan saya dengan imbalan-imbalan, justru itu bakal berbalik, langsung saya libas ke situ. Jangan! Sudahlah. nan krusial Anda profesional, bekerja baik, performanya bagus, itu nan kita nilai. Bukan pada setoran, bukan pada bingkisan kepada kepala badan. Tolong diingat ini," sambungnya.
Ia juga menegaskan tidak bakal ada kompromi terhadap pelanggaran integritas di lingkungan Barantin.
"Jadi tidak ada kompromi soal ini jika di saya. Ya mungkin saya butuh uang, sebagai manusia. Tetapi insya Allah saya hitung-hitung hidup saya berapa puluh tahun lagi, tetap cukup lah duit saya ini, tanpa kudu minta-minta bingkisan dari bawahan alias dari pegawai saya," tegasnya lagi.
Meski demikian, Karding mengakui pentingnya kesejahteraan pegawai sebagai bagian dari upaya pencegahan praktik menyimpang. Ia pun berjanji bakal mencari skema insentif nan sah untuk meningkatkan kesejahteraan petugas, terutama nan bekerja di lapangan.
"Nanti soal kesejahteraan kita pikirkan bersama. Kita cari insentif nan legal agar teman-teman nan bekerja di lapangan itu kesejahteraannya, kesejahteraannya tercapai," ujarnya.
"Saya berjanji ini saya bakal cari. Ini nan utama, lantaran nggak mungkin urusan nego-nego nya bisa dapat duit banyak, jika kesejahteraannya rendah bisa bahaya. Bahaya betul," pungkas dia.
(fab/fab)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·