Kapolri Investigasi Karhutla Kalimantan: Beberapa Nama Sudah Diamankan

Sedang Trending 33 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan pihaknya telah mengantongi sejumlah nama nan diduga mengenai penyebab kebakaran rimba dan lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan.

Sigit mengatakan temuan itu didapati dari penyelidikan dan investigasi mengenai kejadian Karhutla beberapa waktu terakhir.

"Kita lakukan penyelidikan dan investigasi mengenai dengan peristiwa nan terjadi. Beberapa nama sudah kita amankan," ujarnya kepada wartawan, Jumat (21/8).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sisi lain, Kapolri juga mengaku telah menginstruksikan kepada seluruh jejeran untuk terus melakukan pemadaman area rimba nan telah terbakar.

"Saat ini nan sedang kita lakukan pemadaman," tuturnya.

Kebakaran rimba dan lahan melanda sejumlah wilayah di Kalimantan dan Sumatra. Kementerian Lingkungan Hidup pun menerbitkan petunjuk mendesak bagi enam gubernur di Sumatra dan Kalimantan guna memperketat penanganan

Dalam surat pernyataan "Merespons Penurunan Kualitas Udara dan Ancaman Karhutla di Musim Kemarau 2026" nan diterima di Jakarta, Jumat (21/8), Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat memfokuskan perlindungan keselamatan masyarakat di Riau, Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan dalam pesan petunjuk mendesak tersebut.

Fenomena El Nino kuat nan melanda Indonesia sejak Juli 2026 dinilai menjadi pemicu utama melonjaknya kerawanan karhutla hingga memicu penurunan kualitas udara nan signifikan di beberapa wilayah itu.

KLH melaporkan info pemantauan terbaru mencatat konsentrasi PM2,5 di Kampar (Riau) mencapai 48,84 mikrogram per meter kubik, Ogan Ilir (Sumatera Selatan) 47,39 mikrogram per meter kubik, Katingan (Kalimantan Tengah) 30,16 mikrogram per meter kubik, Kota Jambi 26,18 mikrogram per meter kubik, Pontianak (Kalimantan Barat) 26,41 mikrogram per meter kubik serta Banjarmasin (Kalimantan Selatan) 17,40 mikrogram per meter kubik.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkap sebaran titik panas alias hotspot di wilayah Kalimantan tertinggi berada di wilayah Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Disusul Kalimantan Barat 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara ada 3 titik.

(tfq/gil)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional