Kasus rumah diduga milik bandar narkoba di Panipahan, Kecamatan Pasir Limau Kapas, Rokan Hilir (Rohil) menjadi perhatian publik. Dugaan peredaran narkoba di sana menjadi perhatian Polda Riau.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan bahwa Kapolsek Panipahan AKP Robiansyah dicopot dari jabatannya. Selain dia, Herry juga mencopot Kanit Reskrim Polsek Panipahan, Aipda Rahmat Ilyas.
"Kami telah mencopot Kapolsek dan Kanit Reskrim Polsek Panipahan lantaran terganggunya kondusivitas keamanan di wilayah norma Polsek Panipahan," demikian keterangan Herry, Minggu (12/4).
Herry memastikan dugaan peredaran narkoba di wilayah tersebut bakal terus diselidiki. Penyelidikan mencakup semua pihak nan terkait.
"Kami juga melakukan penyelidikan kepada semua pihak nan terindikasi terlibat dalam peredaran narkotika di Panipahan," tuturnya.
Di sisi lain, polisi, lanjut Herry, mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban. Percayakan penanganan kasus tersebut kepada polisi.
"Mengimbau masyarakat agar turut menjaga situasi kamtibmas di wilayah Panipahan," ujarnya.
"Polda Riau berkomitmen untuk memberantas narkoba tanpa pandang bulu," tambahnya.
Diduga Rumah Bandar Dirusak Warga
Sebelumnya beredar tindakan penduduk Panipahan nan mendatangi rumah diduga milik bandar narkoba pada Jumat (10/4). Mereka melakukan perusakan dengan melempar dan membakar kendaraan pemilik rumah tersebut.
Dalam video nan beredar, tampak penduduk melempari rumah berpagar biru tersebut. Penghuni rumah terlihat ketakutan dan berlindung. Warga nan pemberontak juga menyeret dan membakar motor milik pemilik rumah tersebut.
Berdasarkan info kepolisian, ada empat motor nan dirusak warga. Awalnya, penduduk melakukan unjuk rasa di Mapolsek Panipahan. Mereka mendesak agar polisi mengusut seorang berinisial MAEL nan diduga bandar sabu di wilayah itu.
Kemudian sekitar pukul 14.50 WIB, tindakan tersebut diterima jejeran Polres Rokan Hilir berbareng unsur pemerintah kecamatan dan tokoh masyarakat.
Namun, situasi berubah sekitar pukul 16.20 WIB. Massa bergerak menuju rumah seorang penduduk berjulukan Ali nan diduga mengenai jaringan narkoba. Di lokasi, emosi massa memuncak hingga terjadi tindakan pelemparan, perusakan, apalagi pembakaran.
Jumlah massa nan awalnya sekitar 150 orang meningkat drastis menjadi sekitar 500 orang. Dalam tindakan tersebut, empat unit sepeda motor dibakar, sementara barang-barang di dalam rumah dikeluarkan dan ikut dibakar di depan lokasi. Rumah tersebut juga sempat dibakar, meski api tidak langsung membesar lantaran gedung terbuat dari beton.
Petugas campuran dari Polri dan TNI berjumlah 55 personel berupaya mengendalikan situasi. Namun, lantaran jumlah massa nan jauh lebih banyak, abdi negara sempat kesulitan meredam tindakan pemberontak tersebut.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, baik dari masyarakat maupun abdi negara keamanan. Massa akhirnya membubarkan diri sekitar pukul 20.00 WIB.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·