Kapolda Metro Yakin Program Bedah Rumah Turunkan Kasus Narkoba di Kampung Ambon

Sedang Trending 59 menit yang lalu

Jakarta -

Kapolda Metro Jaya Komjen Dadang Hartanto menegaskan pemberantasan narkoba menjadi prioritas serius. Dadang mengatakan pemberantasan itu sejalan dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto nan diterjemahkan Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melalui program Polisi Bersama Masyarakat.

"Saya mau berbincang dari Asta Cita Bapak Presiden. Bapak Presiden ini menyatakan bahwa skala prioritas, salah satu skala prioritas beliau adalah pemberantasan narkoba. Dan ini diterjemahkan oleh Bapak Kapolri, Bapak Jenderal Polisi Dr. Suyudi Ario Seto dalam program Polisi Bersama Masyarakat. Di mana pemberantasan narkoba itu juga menjadi prioritas nan kudu kita lakukan secara serius dan sungguh-sungguh," kata Komjen Dadang Hartanto dalam aktivitas tinjaun bedah rumah di Kampung Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (24/10/2026).

Dadang mengatakan tiga letak prioritas pemberantasan narkoba di Jakarta ialah Kampung Bahari, Kampung Ambon dan Boncos. Dia mengatakan tiga letak ini menjadi keresahan masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari semuanya itu kemudian untuk di wilayah DKI kita mengidentifikasi di mana nan menjadi keresahan masyarakat, pusat-pusat peredaran narkoba dan pemakaian narkoba di suatu wilayah itu ada beberapa tempat. Kami memilih prioritas pertama, kelak ini tentu berkembang, ya itu ada tiga, Bahari, Boncos, dan Kampung Ambon. Ini sudah terkenal. Orang datang ke sini menggunakan semuanya," ujarnya.

Dadang mengatakan penegakan pemberantasan narkoba di tiga letak itu naik turun. Dia menyinggung ucapan Mendagri Tito Karnavian dan Menteri PKP Maruarar Sirait jika penegakan norma itu tak cukup melainkan kudu dilakukan penataan sosial melalui peningkatan kualitas hidup untuk kesejahteraan melalui sentuhan bedah rumah.

"Penegakan norma pun telah dilakukan acapkali tapi itu turun naik, turun naik. Sehingga kemudian kami sangat bergembira, terutama Polda Metro Jaya, bahwa penegakan norma itu disertai dengan penyelesaian nan komprehensif," kata Dadang.

"Tadi Pak Mendagri, Pak Menteri Perumahan juga menjelaskan bahwa penegakan itu belum cukup, maka dilakukan penataan sosial dan kemudian meningkatkan kualitas hidup dari masyarakat nan di sini nan ujungnya kelak kesejahteraan. Di mana itu tadi sentuhannya adalah perumahan," sambungnya.

Dadang mengatakan pihaknya menyambut ceria program bedah rumah Prabowo. Ada lebih dari 821 ribu rumah tidak layak huni di Jakarta dengan jumlah terbanyak di Jakarta Barat ialah sebanyak 258 ribu unit.

"Dan kemudian ada program nan diturunkan ialah 10.300 perumahan di Jakarta. Pak Mendagri tadi juga menyentuh pemerintah wilayah untuk menganggarkan, memperdulikan juga dan sebagainya. Ini minimal ada kepedulianlah untuk skala prioritas pada program-program ini. Jadi termasuk tadi sentuhan ATR, kemudian dari apa PNM ini nan mengelola limbah, tadi kami sudah sudah bicara juga, Pak, mengenai dengan terus dan UMKM ini bakal disentuh," tuturnya.

Dadang optimis penyelesaian secara komprehensif bakal membawa kemajuan untuk Kampung Ambon. Dia berambisi kepolisian bakal dilibatkan dalam rapat pertimbangan mengenai penyelenggaraan program ini untuk pembebasan kampung narkoba.

"Dan ini bakal terus kami evaluasi, Bapak. Nanti kami bakal memberikan feedback untuk pelaksanaannya. Ya kami juga mungkin berkenan jika ada rapat-rapat mengenai dengan pertimbangan kami diikutsertakan sehingga kami membawa info kira-kira apa nan perlu kita perbaiki untuk menuju membebaskan kampung narkoba ini nan sentuhannya adalah kesejahteraan ya, menyelesaikan kampung narkoba," kata Dadang.

"Jadi saya memandang sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui dengan metode nan dilakukan program secara komprehensif oleh Bapak Presiden melalui menteri-menterinya," tambahnya.

(ygs/ygs)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News
↑