Kapal Tanker China Putar Balik Usai Gagal Tembus Blokade AS di Selat Hormuz

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Kapal tanker nan terkena hukuman Amerika Serikat (AS), Rich Starry, kembali menuju Selat Hormuz setelah sempat keluar dari Teluk sehari sebelumnya. Rich Starry kandas menembus blokade AS terhadap kapal nan berasosiasi dengan pelabuhan Iran.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan blokade tersebut pada Minggu setelah perundingan tenteram antara AS dan Iran di Islamabad pada akhir pekan kandas mencapai kesepakatan.

"Dalam 24 jam pertama, tidak ada kapal nan sukses melewati blokade AS," kata Komando Pusat AS dikutip dari Reuters, Kamis, (16/4/2026)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapal China Putar Balik

Disebutkan juga bahwa enam kapal mengikuti pengarahan pasukan AS untuk berbalik dan kembali ke pelabuhan Iran. Tanker milik China itu termasuk di antara delapan kapal nan melintasi jalur tersebut pada Selasa alias di hari pertama diberlakukannya blokade AS.

Sementara itu sebuah kapal perusak AS menghentikan dua tanker minyak nan mencoba keluar dari pelabuhan Iran di Chabahar, Teluk Oman. Rich Starry dan pemiliknya, Shanghai Xuanrun Shipping Co, disanksi AS lantaran bertransaksi dengan Iran.

Kapal tersebut merupakan tanker ukuran menengah nan membawa sekitar 250.000 barel metanol nan dimuat di pelabuhan Hamriyah, Uni Emirat Arab. Saat ini kapal tersebut berlabuh di perairan dekat Iran.

Blokade ini menambah ketidakpastian bagi pelaku pelayaran, perusahaan minyak, dan perusahaan asuransi akibat perang. Lalu lintas kapal tetap jauh di bawah rata-rata lebih dari 130 kapal per hari sebelum perang AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

Sejak blokade dimulai, tidak ada tanker Iran nan membawa minyak mentah untuk ekspor nan melintasi selat tersebut. Sebagai personil OPEC, Iran mempunyai kapabilitas penyimpanan minyak darat nan belum terpakai sekitar 90 juta barel, cukup untuk menopang produksi saat ini sebesar 3,5 juta barel per hari selama sekitar dua bulan jika ekspor terhenti.

Sementara itu, kapal lain nan juga terkena hukuman AS, Very Large Crude Carrier Alicia, nan mempunyai rekam jejak mengangkut minyak Iran sejak 2023, memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu. Kapal kosong dengan kapabilitas 2 juta barel tersebut menuju Irak untuk memuat kargo pada Kamis.

Secara terpisah, kapal tanker VLCC berbendera Malta, Agios Fanourios I, juga memasuki Teluk melalui Selat Hormuz pada Rabu dalam upaya kedua untuk melintas. Kapal tersebut menuju Irak untuk memuat minyak Basra nan bakal dikirim ke kilang Nghi Son di Vietnam.

(ily/ara)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance