Kapal RS Terapung Tiba di Pelabuhan Reo di NTT, Tampung 75 Pasien

Sedang Trending 52 menit yang lalu

Jakarta -

TNI Angkatan Laut (AL) mengirimkan Kapal Republik Indonesia (KRI) dr Soeharso 990 ke letak musibah gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). KRI dr Soeharso 990 sekarang telah bersandar di Pelabuhan Reo, NTT.

"Untuk sektor kesehatan, kami bisa sampaikan bahwa saat ini Kapal Republik Indonesia Soeharso 990 telah bersandar di Pelabuhan Reo," kata Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, dalam konvensi pers secara daring, Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berton mengatakan kapal rumah sakit terapung tersebut bisa menjalankan operasi besar terhadap para korban bencana. Dia menyebut kapabilitas ruang rawat inap sebanyak 75 pasien.

"Kapal support rumah sakit tersebut milik TNI Angkatan Laut bisa melaksanakan operasi besar terhadap pasien dan juga mempunyai ruang rawat inap nan dapat menampung hingga 75 pasien," ujarnya.

Berton mengatakan sejumlah pasien bakal dirujuk dari pos pengungsian Lamba Leda, NTT, ke KRI dr Soeharso 990 untuk penanganan lebih lanjut.

"Selain itu, pemerintah juga mengaktifkan pos-pos kesehatan di titik-titik pengungsian, salah satunya pelayanan kesehatan di pos pengungsian terpusat Desa Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Manggarai Timur, nan melayani 90 sampai 120 pasien setiap hari," katanya.

83 Korban Jiwa

Berton menyampaikan perkembangan terbaru jumlah korban gempa di NTT. Berton mengatakan jumlah korban jiwa mencapai 83 orang per saat ini.

"Pada hari ini pada pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah nan meninggal menjadi 83 jiwa semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa," kata Berton dalam konvensi pers secara daring.

Berton mengatakan korban meninggal bumi tersebut akibat dampak tidak langsung dari gempa. Dia memerinci korban jiwa nan bertambah ada di Kabupaten Manggarai sebanyak dua korban jiwa, Kabupaten Manggarai Timur dua korban jiwa, Kabupaten Nagekeo tiga korban jiwa, dan Kabupaten Ngada satu korban jiwa.

Berton melanjutkan, jumlah korban luka bertambah sebanyak 79 jiwa. Dari semula 907 jiwa menjadi 986 jiwa.

(fca/imk)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News