Jakarta -
PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menyiagakan penuh operasional kapal Transko Dara 3218 untuk membantu kapal tanker pengangkut produk minyak dan gas bersandar dan lepas sandar di Terminal Khusus (Tersus) PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit VI Balongan (RU VI), Jawa Barat.
Transko Dara 3218 bekerja melayani operasional kapal tanker migas nan bakal merapat (sandar) alias lepas sandar dari Tersus RU VI. Kapal ini membantu mobilisasi personel menuju Single Point Mooring (SPM), alias pelampung terapung nan berada di lepas pantai sebagai tempat sandar kapal tanker, sekaligus perangkat penyalur muatan cair seperti minyak bumi.
Vice President Legal & Relation Pertamina Trans Kontinental, Amran Reza, mengatakan meski kapal Transko Dara berukuran kecil, namun keandalan kapal ini berkedudukan dalam memandu kapal-kapal tanker nan ukurannya lebih besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses operasional pelabuhan bagi kapal besar termasuk aspek nan kritikal, terlebih kapal tanker di wilayah Tersus RU VI merupakan pembawa produk migas nan berisiko tinggi. Serangkaian proses sandar maupun lepas sandar didukung oleh kapal-kapal PTK, sebagai simpul dari aktivitas maritim untuk menjaga aspek keselamatan, kesiapsiagaan terhadap potensi risiko, hingga kepatuhan terhadap regulasi," kata Amran dalam keterangan resminya, Senin (31/8/2026).
Amran menambahkan kapal-kapal penunjang PTK ini disiagakan 24 jam sehari sejalan dengan alur pergerakan kapal-kapal tanker Pertamina. Secara rata-rata, Transko Dara 3218 beraksi hingga 3 kali per hari, bergantian dengan kapal-kapal penunjang PTK lainnya di RU VI.
Sementara RU VI Balongan memegang peran sekitar 80% pengedaran daya di Pulau Jawa bagian Barat termasuk Provinsi Jawa Barat, Jakarta, dan Banten. Selain itu, akomodasi kilang ini juga mengirimkan bahan bakar ke beberapa wilayah ialah Pontianak, Banjarmasin, Kotabaru, hingga sejumlah wilayah di Indonesia Timur.
"Dengan cakupan pengedaran daya di RU VI, jasa PTK turut berkontribusi dalam mendukung rantai pengedaran daya nasional," ujar Amran.
Untuk diketahui, sebagai bagian dari Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, PTK merupakan penyedia solusi maritim dan logistik terintegrasi. Empat lini upaya PTK terdiri dari kapal penunjang, jasa maritim, operasional pelabuhan, serta penyedia pergudangan di pinggir pantai (shorebase).
Saat ini PTK mempunyai 370 kapal milik dan 90 kapal sewa nan beraksi di seluruh wilayah Indonesia, untuk mendukung kebutuhan maritim dan logistik energi.
"PTK senantiasa menjaga keandalan armada dan jasa maritim. Para pelaut dan tenaga ahli PTK juga berkomitmen menjaga aktivitas operasional sesuai standar dan izin nan berlaku, serta mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan kerja," tambah Amran.
(igo/fdl)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·