Kanada Tangguhkan Sementara Kesepakatan Dagang dengan AS Usai Negosiasi Buntu

Sedang Trending 10 menit yang lalu
Perdana Menteri Kanada Mark Carney menghadiri sebuah aktivitas di markas besar malam pemilihan Partai Liberal di Ottawa, Ontario, Kanada, Selasa (29/4/2025). Foto: Jennifer Gauthier/REUTERS

Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, memutuskan untuk menangguhkan sementara negosiasi perdagangan dengan Amerika Serikat (AS), menyusul kebuntuan pembicaraan nan berjalan di Washington.

Keputusan ini diambil setelah AS mulai memberlakukan tarif 50 persen terhadap sejumlah produk asal Kanada, Sabtu (22/8).

"Saya memutuskan untuk menangguhkan negosiasi perdagangan dengan AS dan telah mengarahkan negosiator Kanada untuk kembali ke Ottawa," kata Carney, dikutip dari CNBC, Minggu (23/8).

Carney menilai perubahan persyaratan nan diajukan AS pada menit-menit terakhir tidak setara dan tidak masuk logika secara ekonomi.

Perubahan tersebut, menurut dia, juga menimbulkan keraguan terhadap keandalan kesepakatan nan sedang dinegosiasikan. Sebagai balasan, pemerintah Kanada bakal memberlakukan langkah pembalasan dengan nilai nan setara terhadap tarif baru AS tersebut.

Padahal, beberapa jam sebelum tarif diberlakukan, kedua negara disebut nyaris mencapai kesepakatan. Sumber menyebut rancangan kesepakatan itu mencakup penurunan tarif terhadap baja, aluminium, dan kendaraan, serta kemungkinan kembalinya produk minuman beralkohol AS ke toko-toko minuman keras di Kanada.

Namun, kesepakatan itu batal terwujud. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, menuding Kanada menolak menyelesaikan kesepakatan berasas persyaratan nan telah disepakati sebelumnya.

"Ini adalah kesempatan nan terlewatkan bagi Kanada untuk berkolaborasi dengan Amerika Serikat, nan merupakan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di G7," kata Greer dalam pengarahan di Gedung Putih.

Seorang pejabat senior pemerintahan Trump menyatakan tawaran AS sebenarnya bakal menempatkan Kanada pada posisi tarif paling menguntungkan dibandingkan eksportir besar lainnya ke pasar AS. Namun, Kanada disebut tetap meminta konsesi tambahan, terutama mengenai baja, aluminium, kendaraan, dan kayu lunak. Hingga kini, belum ada pembicaraan lanjutan nan dijadwalkan setelah AS mulai menerapkan tarif baru tersebut.

Tarif 50 Persen dan Dampaknya

Tarif nan mulai bertindak Sabtu (22/8) itu dikenakan terhadap barang-barang Kanada senilai sekitar USD 20 miliar, termasuk produk seperti stik beruntung kayu, dikutip dari CNBC, Minggu (23/8).

Meski demikian, kebijakan ini dinilai tidak bakal mengubah banyak bagi perekonomian Kanada, nan merupakan mitra jual beli terbesar kedua AS setelah Meksiko. Nilai peralatan nan terdampak tarif tersebut hanya mencakup sedikit lebih dari 5 persen dari total ekspor Kanada ke AS.

Kendati akibat ekonominya relatif terbatas, kebijakan ini meningkatkan ketegangan antara Trump dan Carney, sekaligus berpotensi mempersulit pembahasan lebih luas mengenai pembaruan perjanjian perdagangan bebas Amerika Serikat-Meksiko-Kanada (USMCA).

Bulan lalu, Trump sempat menakut-nakuti bakal mengenakan tarif terhadap beragam produk Kanada lain, termasuk anggur, furnitur, produk susu, semen, pakaian, perangkat pancing, dan perlengkapan hoki. Menurut para mahir perdagangan, produk-produk nan dikenai tarif tersebut tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan perlakuan spesial berasas USMCA.

Sejumlah sektor nan sebelumnya sudah menghadapi tekanan pun berpotensi semakin terdampak, termasuk lewat akibat pengurangan tenaga kerja dan penutupan usaha.

Kebijakan tarif baru ini diterapkan setelah tiga hari perundingan di Washington antara Menteri Perdagangan Kanada untuk hubungan dengan AS, Dominic LeBlanc, dan Jamieson Greer.

Tarif tersebut turut menambah beban nan sebelumnya telah dikenakan AS terhadap produk baja, kayu, dan kendaraan Kanada, sektor-sektor nan telah mengalami tekanan cukup besar dalam 18 bulan terakhir, meski dampaknya sejauh ini tetap relatif terkonsentrasi pada industri terkait.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan